Facing Challenges: Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi Imbas Harga Naik Rp40 Ribu
Penjual LPG Nonsubsidi Was-was Pembeli Sepi Imbas Harga Naik Rp40 Ribu
Di Kota Tangerang, Banten, para penjual LPG nonsubsidi mulai khawatir karena penjualan tabung 12 kg mengalami penurunan. Pemilik pangkalan LPG di Ciater, Serpong, Bobi Hartanto, mengungkapkan kenaikan harga terjadi signifikan pada ukuran 12 kg dan 5,5 kg. Harga tabung 12 kg naik sekitar Rp40 ribu, dari Rp215 ribu menjadi Rp255 ribu. Sementara itu, tabung 5,5 kg kenaikannya Rp20 ribu, dari Rp120 ribu ke Rp140 ribu.
“Stok di pangkalan saat ini masih aman, tidak ada kendala. Hanya saja memang harga yang naik cukup tinggi,” ujar Bobi, Senin (20/4).
Ia menjelaskan bahwa reaksi pembeli bervariasi. Beberapa pelanggan terkejut, tetapi ada pula yang tetap membeli seperti biasa. Meski belum terjadi peralihan signifikan ke LPG subsidi 3 kg, Bobi memperkirakan kenaikan harga ini akan memengaruhi volume penjualan.
“Belum ada yang beralih ke tabung melon, tapi kemungkinan penjualan akan agak menurun,” ujarnya.
Kondisi serupa dijumpai di pangkalan lain di wilayah Ciater. Penjaga pangkalan, Rendi, menyebut stok LPG nonsubsidi dan subsidi tetap terjaga. Ia menambahkan, tabung 12 kg tersedia 18 unit, sedangkan 5,5 kg hanya 4 unit. Tabung subsidi 3 kg mencapai 180 unit.
“Hari ini masih ada pembeli LPG non-subsidi, sekitar enam orang,” ujar Rendi.
Walaupun demikian, Rendi mengaku belum memahami kondisi stok secara menyeluruh di tingkat agen. [Gambas:Youtube]