Latest Program: Hana Bank bukukan laba Rp611 miliar pada 2025, naik 17,63 persen

Hana Bank bukukan laba Rp611 miliar pada 2025, naik 17,63 persen

Jakarta – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) mencatat laba bersih mencapai Rp611 miliar di tahun 2025, mengalami peningkatan sebesar 17,63 persen dibandingkan 2024. Angka ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebelumnya. Direktur Utama perusahaan, Yung Ryul Ko, menjelaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan implementasi strategi bisnis yang tepat serta pengelolaan risiko yang cermat dalam kondisi ketidakpastian global.

“Memasuki 2026, kami optimistis dapat mempertahankan tren positif ini dengan menawarkan solusi keuangan yang relevan untuk semua segmen pelanggan, sekaligus memperkuat pertumbuhan di sektor strategis,” ujar Yung dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dari segi profitabilitas, pendapatan bunga bersih Hana Bank naik 0,72 persen secara tahunan, dari Rp1,79 triliun pada 2024 menjadi Rp1,8 triliun di 2025. Sementara itu, penyaluran kredit mencatat pertumbuhan sebesar 8,14 persen, mencapai Rp40,14 triliun.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan 8,36 persen menjadi Rp29,18 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah giro dan deposito berjangka. Perusahaan memastikan kualitas kredit tetap terjaga baik, terlihat dari rasio non-performing loan (NPL) yang rendah.

Pada 2025, NPL gross dan NPL net masing-masing berada di angka 0,68 persen dan 0,24 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio ini juga berada di bawah rata-rata industri yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu 2,05 persen dan 0,79 persen.

Inovasi untuk Kepuasan Nasabah

Sebagai respons terhadap kebutuhan pelanggan, Hana Bank meluncurkan berbagai produk inovatif selama 2025, seperti Goal Savings dan Flexi Deposit. Perusahaan juga menambah mitra manajemen kekayaan untuk memperluas pilihan investasi.

Komitmen terhadap Keberlanjutan

Dalam upaya mendukung keberlanjutan, Hana Bank terus meningkatkan pembiayaan untuk aktivitas usaha berkelanjutan, termasuk UMKM, pengelolaan air, dan produk yang ramah lingkungan. Jumlah pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp5,19 triliun, naik 12,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menyumbang 12,92 persen dari total kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *