Latest Program: Rupiah menguat dipengaruhi ketangguhan ekonomi Indonesia
Rupiah Menguat Dipengaruhi Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Dalam perdagangan hari Selasa, rupiah menguat 25 poin atau 0,15 persen, mencapai Rp17.143 per dolar AS dari Rp17.168 per dolar AS sebelumnya. Kemajuan ini dianggap mencerminkan ketangguhan sektor ekonomi Indonesia, meski menghadapi tekanan dari dinamika geopolitik global.
Transformasi Ekonomi dan Kebijakan Fiskal
Ketangguhan tersebut didukung oleh upaya pemerintah meningkatkan investasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target. Menurut Ibrahim Assuaibi, ekonomi nasional terus bergerak maju karena kebijakan fiskal yang diselaraskan dengan realitasnya, menciptakan kondisi stabilitas jangka panjang.
“Pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan memastikan ekonomi nasional tumbuh sesuai target dan menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya demi menciptakan perbaikan kondisi ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Indonesia juga sedang menggeser fokus pembangunan untuk menciptakan pertumbuhan produktif, bernilai tambah, dan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini berjalan melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan peningkatan produktivitas.
Kinerja Ekonomi Relatif Kuat
Ibrahim menambahkan bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan performa lebih baik dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya. Dukungan dari pertumbuhan yang stabil, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terkendali menjadi faktor utama.
“Kinerja ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya, ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga,” ungkap Ibrahim.
APBN berperan sebagai shock absorber yang melindungi daya beli masyarakat, sambil tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3 persen dari PDB. Kredibilitas ini juga memungkinkan negara untuk menyerap harga energi yang naik tanpa merusak subsidi bagi kelompok rentan.
Geopolitik dan Tantangan Pasar
Di sisi lain, ketidakpastian mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran berdampak pada dinamika pasar. Ibrahim Assuaibi menyebut gencatan senjata antara kedua negara terancam berakhir Rabu (22/4/2026) ini, setelah Trump memberi sinyal perpanjangan kesepakatan tak mungkin.
“Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran akan berakhir pada hari Rabu (22/4/2026) ini, dengan Trump memberi sinyal bahwa perpanjangan kesepakatan tampaknya tidak mungkin. Pasar juga tegang karena aksi militer lebih lanjut di Timur Tengah setelah AS menembaki dan menangkap kapal berbendera Iran pada akhir pekan,” kata Ibrahim.
Kondisi geopolitik saat ini berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, tetapi penguatan rupiah tetap terjaga. Hal ini terlihat dari pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang menguat ke Rp17.142 per dolar AS dari Rp17.176 per dolar AS sebelumnya.