Delegasi WCPP Belanda puji pemberdayaan Lapas Perempuan Bali
Delegasi WCPP Belanda puji pemberdayaan Lapas Perempuan Bali
Tim delegasi dari WCPP ke-7 Belanda mengapresiasi inisiatif pengembangan keterampilan warga binaan di Lapas Perempuan Kerobokan, Badung, Bali. Pemimpin rombongan, Rianne dari Probation Office for Salvation Army Rotterdam, menyampaikan kesan positif terkait kolaborasi dan kreativitas para warga binaan selama kunjungan mereka pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini diadakan di tengah perayaan Hari Kartini, yang dianggap sebagai momentum penting untuk membangun kesadaran sosial.
Dalam kunjungan tersebut, Rianne dan tiga rekannya mengamati berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan, seperti tata rias, pembuatan kerajinan tangan, serta usaha pertanian dan peternakan. Mereka juga melihat warga binaan berpartisipasi dalam produksi kue dan makanan ringan. Rianne mengungkapkan bahwa di Belanda, pemberdayaan serupa tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Di sana, sebagian besar warga binaan laki-laki yang menerima pelatihan pengemasan barang untuk industri, sementara di Bali, pelatihan lebih inklusif dan fleksibel.
Rianne menyoroti keleluasaan warga binaan Bali dalam berkreasi, termasuk kegiatan berkebun, beternak ayam, dan menjahit. “Mereka tidak merasa bosan di dalam lapas dan bisa berinteraksi, membentuk komunitas, serta menghasilkan uang,” tuturnya dalam
sebuah wawancara
. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memungkinkan para warga binaan memahami potensi mereka secara lebih luas.
Kepala Lapas Perempuan Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menjelaskan bahwa pemberdayaan ini bertujuan membangun kemandirian. Hasil karya warga binaan, seperti kerajinan dan makanan kecil, telah dipamerkan dalam acara tertentu, termasuk saat Bali menjadi tuan rumah WCPP ke-7 di Nusa Dua. Produk tersebut juga dibagikan sebagai cinderamata kepada 400 delegasi dari 40 negara. Selain itu, hasil karya mereka tersedia untuk dibeli melalui akun Instagram @lpp_kerobokan.