New Policy: Belajaraya Jakarta siap tampilkan kolaborasi untuk pendidikan inklusif
Belajaraya Jakarta Siap Memperkenalkan Kerja Sama untuk Pendidikan Inklusif
Jakarta – Acara Belajaraya Jakarta 2026 yang dipelopori oleh Semua Murid Semua Guru (SMSG) akan digelar pada 2 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan sinergi antar berbagai sektor untuk mendorong pembentukan pendidikan yang inklusif di Indonesia. Majelis pengurus menyatakan bahwa keikutsertaan Pemerintah, Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP), para akademisi, serta individu yang aktif dalam pengembangan sistem pendidikan nasional menjadi komponen penting.
Kerja Sama sebagai Kunci Utama
“Semakin banyak jangkar kita berkolaborasi, insya Allah mengurangi ketimpangan dan meningkatkan akses pendidikan,” ujar Najelaa Shihab, pendidik dan inisiator SMSG, pada Selasa di Jakarta. Ia menekankan bahwa Belajaraya Jakarta 2026 adalah kesempatan untuk menyamakan pemahaman tentang pendidikan inklusif. Selain itu, acara ini dirancang untuk menciptakan ruang dialog dan partisipasi yang lebih luas.
“Karena kalau tidak program-program itu tidak mencapai dampak yang diharapkan kalau kita hanya bekerja dengan satu pemangku kepentingan,” tambah Najelaa. Ia menjelaskan bahwa integrasi upaya lintas sektor menjadi sangat penting dalam menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan.
Format Kegiatan dan Kolaborator
Belajaraya Jakarta 2026 akan menyediakan berbagai bentuk kegiatan seperti Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, Pameran Karya, dan Pertunjukan Musik. Format ini bertujuan membuka peluang pembelajaran yang lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi semua pihak. Dengan wadah serupa, para peserta dapat berbagi pengalaman dan inovasi dalam membagikan pengetahuan kepada masyarakat.
Acara ini menarik partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia, 1000 KOP yang bergabung dalam SMSG, platform digital Canva, serta program KONEKIN yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Lebih dari 10.000 peserta, di antaranya orang tua, penggerak pendidikan, dan guru, diperkirakan akan menghadiri kegiatan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
“Pendidikan kita saat ini sangat dinamis, sehingga kunci utamanya adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu bergerak bersama dengan komunitas, swasta, dan akademisi,” jelas Rizki Ameliah, kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital di Kemkomdigi. Ia menambahkan bahwa dalam era teknologi, termasuk AI, kolaborasi harus diperkuat untuk meningkatkan keterampilan diri.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai Belajaraya Jakarta 2026 dan metode pembelian tiket, pengunjung dapat mengakses laman resmi https://ticketing.belajaraya2026.com.