Key Strategy: Ini Jenis Kendaraan yang Mulai Uji Coba Pakai BBM Baru B50

Uji Coba B50 Dimulai di Berbagai Sektoral

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang memperluas uji coba bahan bakar biodiesel dengan kadar 50% (B50) ke berbagai jenis kendaraan dan mesin industri. Tujuannya adalah memastikan kehandalan teknis mesin sebelum kebijakan mandatori B50 diberlakukan secara nasional pada 1 Juli 2026. Menurut Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), uji coba dilakukan di enam sektor utama, mulai dari industri otomotif hingga pembangkit listrik.

Pelibatan Lebih Luas di Sektoral Otomotif

Eniya menyebutkan bahwa uji coba B50 dilaksanakan secara serentak di enam sektor, termasuk otomotif, pertambangan, pertanian, kelautan, pembangkit, dan perkeretaapian. “Kita sudah melaksanakan kick off dan uji coba di enam sektor sejak 9 Desember lalu,” jelasnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Selasa (21/4/2026). Dalam sektor otomotif, terdapat sembilan unit kendaraan yang terlibat, terdiri dari empat unit kendaraan penumpang di bawah 3,5 ton dan lima unit kendaraan di atas 3,5 ton.

“Bus dan truk besarnya menggunakan merek dari Eropa, seperti Mercedes-Benz dan UD Trucks. Ini berbeda dengan masa uji coba B40 dulu, karena jumlah kendaraan yang ikut lebih banyak,” tambah Eniya.

Pengujian di Sektor Lain

Selain kendaraan jalan raya, pengujian juga mencakup sektor pertanian dengan berbagai jenis traktor, baik roda dua, tangan, maupun roda empat. Di sektor maritim, uji berlayar langsung dilakukan menggunakan mesin kapal, sementara di tambang terdapat dua perusahaan besar di Samarinda yang turut serta. “Di PT HPU Samarinda sudah saya tinjau, sedangkan perusahaan lainnya masih berlangsung,” imbuhnya. Untuk perkeretaapian, pengujian akan menggunakan rute jarak jauh lintas provinsi, seperti dari Yogyakarta ke Jakarta, dan genset di sektor pembangkitan.

Hasil Uji Coba dan Proyeksi Manfaat

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penerapan B50 pada Juli 2026 diharapkan memberikan manfaat signifikan, seperti penghematan devisa negara hingga Rp 157,28 triliun, menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja, serta mengurangi emisi CO2 sebesar 46,72 juta ton per tahun. Sampai pertengahan April 2026, distribusi biodiesel nasional mencapai 3,90 juta kilo liter dari total alokasi tahunan 15,65 juta kilo liter. Pemerintah menargetkan uji coba otomotif selesai Juni 2026, sementara sektor lain seperti perkeretaapian dan maritim akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *