New Policy: Harga Kabel Fiber Optik Lompat, Telkom Ungkap Dampak ke Internet RI

Harga Kabel Fiber Optik Lompat, Telkom Ungkap Dampak ke Internet RI

Kenaikan harga komponen telekomunikasi internasional mulai memberi tekanan pada sektor jaringan lokal. Lonjakan biaya bahan dasar kabel fiber optik menjadi penyebab utamanya. Ahmad Reza, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Indonesia, memastikan lonjakan harga bahan baku fiber optik tidak mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.

“Kenaikan harga ini lebih berpengaruh pada investasi dan kecepatan penyebaran jaringan, seiring dinamika biaya material global,” tutur Reza kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Telkom, menurutnya, tetap fokus pada pengembangan infrastruktur secara berkelanjutan. Strategi ini mencakup penekanan pada wilayah dengan potensi tinggi, pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, serta pengoptimalan biaya melalui sinergi dan ekspansi yang dipilih secara hati-hati.

Fluktuasi Harga dan Gangguan Rantai Pasok

Menurut APJATEL, harga bahan baku utama kabel fiber optik, HDPE (High-Density Polyethylene), melonjak hingga 17%. Kenaikan ini dipengaruhi oleh harga minyak global yang naik dan gangguan logistik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Konflik geopolitik menciptakan dampak tidak langsung pada industri fiber optik dalam negeri, terutama dari segi pasokan global, distribusi, dan perubahan nilai tukar,” kata Nia Kurnianingsih, Wakil Ketua Umum II APJATEL, dalam Profit di CNBC Indonesia.

Nia menambahkan bahwa sektor ini sangat bergantung pada bahan baku impor. Setiap hambatan di rantai pasok langsung memengaruhi anggaran dan jadwal proyek. Meski demikian, kondisi saat ini masih terkendali, meski perusahaan harus lebih proaktif.

Upaya Adaptasi dan Efisiensi

Banyak perusahaan mulai merancang ulang strategi dan memaksimalkan infrastruktur yang sudah ada untuk mengurangi kebutuhan pembangunan baru. Nia menekankan bahwa pasokan bahan tetap terjamin, tetapi perencanaan dan pengelolaan harus lebih hati-hati.

Fluktuasi kurs, keterlambatan pengiriman, serta mahalnya bahan impor menjadi tekanan utama. Lead time pengiriman material memanjang, yang berpotensi menunda proyek pembangunan jaringan fiber optik. Jadwal proyek yang sebelumnya bisa diselesaikan dalam waktu tertentu kini harus disesuaikan dengan ketidakpastian logistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *