Special Plan: Dalam Hitungan Jam, Dunia Akan Tahu “Kengerian” Wajah Baru The Fed
Dalam Hitungan Jam, Dunia Akan Tahu “Kengerian” Wajah Baru The Fed
Kongres Amerika Serikat (AS) akan menguji Kevin Warsh pada Selasa (21/4/2026) dalam sidang yang dijadwalkan pukul 10.00 waktu Washington, D.C., atau sekitar 21.00 WIB. Sidang ini diadakan oleh Komite Bank Senate di Gedung Dirksen Office Building 538. Ini menjadi pertama kalinya dunia bisa mendengar visi kebijakan dan gaya kepemimpinan Warsh setelah ia dinominasikan oleh Presiden Donald Trump selama 2,5 bulan. Warsh, seorang ekonom yang diusulkan sebagai calon ketua The Federal Reserve (The Fed), akan menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026.
Visi dan Kepemimpinan Warsh
Kehadiran Warsh menarik perhatian karena ia dianggap paham mekanisme pasar keuangan, terutama saat kondisi ekonomi kritis. Dalam dokumen pidato yang disiapkan, ia menyatakan komitmen untuk menjaga independensi moneter The Fed, tetapi juga mengungkap keinginan membatasi peran lembaga tersebut agar fokus pada tugas utamanya. Pernyataannya dinanti oleh pelaku pasar global sebagai indikator arah kebijakan baru.
Latar Belakang Kevin Warsh
Kevin Warsh bukan nama asing di Washington. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011, termasuk saat krisis keuangan global 2008. Selama periode itu, Warsh dikenal sebagai jembatan utama antara Ketua The Fed, Ben Bernanke, dengan Wall Street. Pengalaman ini memperkuat keyakinan bahwa ia mampu menghadapi tekanan ekstrem dalam pengambilan keputusan moneter. Selain itu, ia aktif sebagai ekonom di Hoover Institution dan dosen di Stanford Graduate School of Business.
Koneksi dengan Trump
Hubungan Warsh dengan Presiden Trump telah lama terjalin. Nama ia sempat muncul sebagai kandidat utama ketua The Fed pada 2017, sebelum Trump memilih Jerome Powell. Namun, Trump pernah menyebut keputusan itu menimbulkan kritik, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga pada 2018. Karena itu, Warsh kembali dianggap sebagai pilihan strategis untuk mengarahkan kebijakan baru di The Fed sesuai visi Trump.
Hubungan Keluarga dengan Bisnis Elite
Warsh juga dekat dengan elite bisnis AS. Ia menikahi Jane Lauder, cucu pendiri Estée Lauder yang memiliki kekayaan sekitar US$2,7 miliar atau setara Rp46,27 triliun. Dari hubungan ini, Warsh terhubung dengan Ronald Lauder, ayah mertuanya, seorang miliarder yang juga dikenal sebagai donatur besar kampanye Trump pada 2016. Ronald Lauder bahkan disebut pernah mendorong Trump tertarik pada ide membeli Greenland.
Nilai Kekayaan dan Etika
Dalam laporan kekayaan yang dibuka publik, Warsh mengungkapkan aset bernilai lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,71 triliun. Jika resmi menjabat, ia akan menjadi ketua The Fed terkaya dalam sejarah. Namun, jumlah itu masih lebih rendah dari pejabat Kabinet Merah Putih seperti Erick Thohir (Rp2,41 triliun) dan Sakti Wahyu Trenggono (Rp2,44 triliun).
“Aset tersebut akan dilepas jika dirinya resmi dikonfirmasi, agar sesuai dengan aturan etik di The Fed.”
Dokumen 69 halaman juga menunjukkan Warsh memiliki dua investasi di Juggernaut Fund LP, masing-masing bernilai lebih dari US$50 juta. Selain itu, ia menerima pendapatan US$10,2 juta dari konsultasi untuk Stanley Druckenmiller, investor Wall Street. Detail investasi di Juggernaut Fund belum dibuka karena ada perjanjian kerahasiaan sebelumnya.