Visit Agenda: Gonjiam, Asal Muasal Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi Horor yang Menanti Penonton
MD Pictures secara resmi mengumumkan peluncuran film horor berjudul 402 Rumah Sakit Angker Korea yang akan tayang pada 9 Juli 2026. Proyek ini dikembangkan oleh sutradara Anggy Umbara, yang sebelumnya pernah memproduksi Siksa Neraka (2023) dan Vina: Sebelum 7 Hari (2024). Film ini merupakan versi remake dari karya horor populer Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum (2018), yang dikenal sebagai “Gonjiam” dalam lingkaran penggemar genre ini.
Sejarah Rumah Sakit Jiwa Gonjiam
Gonjiam diinspirasi oleh lokasi nyata, yaitu Rumah Sakit Jiwa Gonjiam di Gwangju, Korea Selatan. Sebagai tempat yang dikenal misterius, bangunan ini pernah menjadi pusat legenda seram. Pada 2019, CNN mengunggulkan gedung tersebut sebagai lokasi paling aneh di dunia. Sebelum berhenti beroperasi, rumah sakit ini berdiri sejak dekade 1990-an, tetapi terpaksa ditutup karena masalah biaya.
“Pemilik rumah sakit disebutkan meninggalkan Korea Selatan tanpa menyimpan catatan mengenai masa depan bangunan ini,” tulis Atlas Obscura.
Ketika operasional dihentikan, struktur bangunan mulai rusak dan tumbuh liar. Penampakan arwah pasien serta staf rumah sakit sering diabadikan oleh pengunjung yang berdatangan, terutama para pencari hantu. Meski secara teknis tertutup, sekitar seribu penggemar horor setiap tahunnya masih memasuki area tersebut untuk mengoleksi pengalaman tak terlupakan.
Profil Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
Dalam adaptasi Indonesia, film ini menceritakan tim kru webcast horor yang nekat melakukan live streaming di gedung yang disebut angker terbesar di Korea Selatan. Mereka bertujuan mendapatkan popularitas dan penonton, tanpa menyadari bahaya yang mengancam. Konsep found footage yang digunakan mirip dengan film legendaris seperti The Blair Witch Project (1999) atau Paranormal Activity (2007), memberi kesan realistis yang membuat penonton merasa terlibat langsung.
Proyek ini diproduksi oleh MD Pictures, Umbara Brothers Film, dan Pichouse Films. Tim pembuat film menggandeng sejumlah aktor muda, antara lain Arbani Yasiz sebagai Juna, Saputra Kori sebagai Adit, Elang El Gibran sebagai Bara, Diandra Agatha sebagai Arumi, Aylena Fusil sebagai Tyas, dan Lea Ciarachel sebagai Yuri. Kehadiran kreator konten Korea Selatan, Jang Han-Sol, sebagai karakter Dae-Ho, memberi nuansa kultural yang unik.
Adaptasi ini akan hadir sekitar delapan tahun setelah film aslinya dirilis. Gonjiam: Haunted Asylum versi Korea Selatan sempat menjadi film horor terpopuler setelah A Tale of Two Sisters (2003) dan Phone (2002), dengan pendapatan box office mencapai 21 juta dolar AS. Dengan bujet 2,2 juta dolar AS, film baru ini diharapkan mampu menyaingi kesuksesan sebelumnya.