Key Strategy: Penyelenggaraan kejurda yang konsisten jadi tantangan Perbasi Jakarta

Penyelenggaraan kejurda yang konsisten jadi tantangan Perbasi Jakarta

Jakarta, Rabu siang—Calon tunggal Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perbasi DKI Jakarta periode 2026-2030, Lexyndo Hakim, menyatakan konsistensi dalam penyelenggaraan kejuaraan daerah (kejurda) serta tingkat kota (kejurkot) dan kabupaten (kejurkab) adalah tantangan utama bagi organisasi tersebut. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah menjaga harmonisasi standar dan kualitas kompetisi di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Harmonisasi Aturan untuk Sistem Pembinaan yang Efektif

Lexyndo, yang juga Ketua Umum DPD Perbasi DKI Jakarta periode 2022-2026, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, visi, misi, dan program kerja organisasi telah terpenuhi secara signifikan. Namun, ia menyoroti perlu adanya penyempurnaan teknis, terutama dalam mengurangi perbedaan regulasi antar level kejurkot dan kejurkab.

“Kejurkot tertentu memiliki aturan berbeda, terutama untuk kelompok usia dini, sementara kejurda kembali mengubahnya. Kami sedang memfasilitasi proses penyelarasan agar standar tetap merata,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perbedaan aturan sering kali memicu gesekan dalam praktik penyelenggaraan. Keseragaman aturan, lanjutnya, menjadi faktor penting untuk membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan memastikan para pemain merasa nyaman saat bertanding.

Harapan untuk Kualitas Kompetisi yang Lebih Baik

Lexyndo berharap, konsistensi regulasi dari tingkat kota/kabupaten hingga nasional dapat meningkatkan kualitas pertandingan dan berkontribusi pada peningkatan prestasi bola basket Indonesia. Dengan dukungan dari lima pengurus kota dan satu pengurus kabupaten di DKI Jakarta, ia yakin mampu menjalankan tugas secara optimal.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI, serta klub-klub bola basket. Menurut Lexyndo, kemitraan yang baik adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan peran DPD Perbasi dalam pengembangan olahraga basket di wilayah DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *