New Policy: TNI segera bangun Batalyon Teritorial di Bangka Tengah
TNI Segera Bangun Batalyon Teritorial di Bangka Tengah
Keterangan dari Mayjen TNI Ujang Darwis
Di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Komando TNI akan segera mewujudkan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) sebagai langkah memperkuat kedaulatan negara dan mendukung keberlanjutan pangan nasional.
“Kami sudah mendapatkan hibah lahan seluas 50 hektare di lokasi yang sangat strategis. Setelah ada alokasi dana dari Kementerian Pertahanan, pembangunan akan dimulai segera,” ujar Mayjen TNI Ujang Darwis saat meninjau area.
Pemimpin Kodam II/Sriwijaya menegaskan, wilayah Bangka Tengah dipilih karena kesiapan lahan administratif dan fasilitas pendukung. “Lahan yang disediakan sudah jelas statusnya, tidak ada hambatan. Persiapan juga sudah memadai,” tambahnya.
Dalam perspektif geografis, lokasi terpilih memiliki keunggulan akses jalan beraspal dan jaringan listrik yang siap digunakan. Mayjen Ujang Darwis menyebut kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran proyek serta mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pertahanan wilayah.
“Saya sengaja datang bersama pejabat utama Kodam untuk mengamati langsung kondisi di lapangan. Lokasi ini sangat layak untuk dikembangkan,” tuturnya.
Keterangan dari Bupati Algafry Rahman
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengungkapkan bahwa lahan yang dihibahkan telah memiliki status clear and clean (CnC). Ia mengakui sebagian area sebelumnya digunakan warga untuk kebun sawit.
“Ada lahan yang sudah ditanami sawit, tapi masyarakat memahami dan mengikhlaskan tanpa permintaan ganti rugi,” katanya.
Menurut Algafry, pembangunan markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) ini akan memperkuat kolaborasi antara institusi militer dan pemerintah daerah. Selain itu, proyek diharapkan mendorong perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kegiatan ekonomi di sekitar lokasi.
Keberadaan Yonif TP, lanjutnya, dapat memperkuat sinergi antara TNI dan daerah dalam mengembangkan sektor pertanian serta program ketahanan pangan berbasis wilayah.