New Policy: Menaker: Perluasan akses pelatihan vokasi wujudkan SDM kompeten

Menaker: Perluasan Akses Pelatihan Vokasi Wujudkan SDM Kompeten

Dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Rabu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya menyebarluaskan kesempatan pelatihan vokasi, khususnya melalui balai pelatihan yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia menyoroti bahwa akses yang lebih luas akan membantu masyarakat merasakan manfaat dari program ini.

Program Pelatihan Vokasi Nasional Sebagai Langkah Konkret

Salah satu inisiatif yang saat ini didorong pemerintah adalah Pelatihan Vokasi Nasional, yang dianggap sebagai upaya nyata untuk membentuk tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan permintaan industri. “Ini adalah cara konkret bagaimana Kemnaker bisa siapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi,” ujar Menaker.

“Kalau dana kita terbatas, saya minta kepada kepala balai agar menjalin kerja sama dengan industri. Dari situlah nanti kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri,”

Menaker Yassierli menegaskan bahwa jumlah peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 ditargetkan mencapai 70 ribu orang. Dalam tahap pertama, program ini telah diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di berbagai unit pelatihan.

Unit pelatihan tersebut meliputi 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 Balai Latihan Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLK UPTD). Sebagai contoh, dalam fase awal Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Sumatera Utara, menyelenggarakan 10 program pelatihan dari 8 bidang kejuruan.

Beberapa program yang diberikan meliputi Teknisi AC dalam bidang Refrigerasi, Practical Office di bidang IT, serta Barista, Kitchen Management, dan Housekeeping Management dalam sektor Pariwisata. Selain itu, ada juga pelatihan Surveyor (Bangunan), Operator Forklift (Otomotif), Las 6G (Las), Instalasi Tenaga Listrik (Listrik), dan Menjahit (Menjahit).

Menaker berharap pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri. Ia menekan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat peningkatan partisipasi peserta pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *