Meeting Results: AHY: Kereta api jadi solusi tekan kendaraan ODOL
AHY: Kereta api jadi solusi tekan kendaraan ODOL
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pengembangan sistem rel kereta api merupakan strategi penting dalam mengatasi kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang membebani jalan nasional. “Perluasan jaringan rel kereta api bertujuan mengoptimalkan biaya transportasi logistik serta mengurangi tekanan pada jaringan jalan raya, termasuk kendaraan ODOL yang sedang ditertibkan,” ujar AHY setelah menghadiri rapat koordinasi tentang pengembangan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu.
Keberlanjutan Jaringan Rel
AHY menekankan bahwa pembangunan rel kereta tidak hanya berfokus pada pengurangan biaya logistik, tetapi juga pada penurunan beban lalu lintas yang selama ini dominan dihuni kendaraan berat dengan muatan melebihi kapasitas. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menganggap infrastruktur sebagai pilar utama pembangunan nasional.
“Ini menjadi mandat Presiden untuk mempercepat pengembangan jaringan kereta lintas pulau,” kata AHY.
Mengenai rencana pengembangan, AHY menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, baik untuk mobilitas penumpang maupun distribusi barang. Selain itu, ia juga menyoroti upaya memperkuat konektivitas antardaerah melalui pembukaan jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.
Perbandingan Investasi
AHY menyoroti ketimpangan dana yang dialokasikan untuk jalan dan rel kereta. Pada 2023, anggaran jalan mencapai sekitar Rp86 triliun, sedangkan rel kereta hanya sekitar Rp6 triliun. Menurutnya, kondisi ini perlu diperbaiki karena jaringan rel nasional saat ini masih terbatas, hanya sekitar 12.000 kilometer, dengan sebagian besar berada di Pulau Jawa.
Sementara itu, jaringan kereta di Sumatera belum lengkap terhubung, Kalimantan belum memiliki jalur, dan Sulawesi masih kurang optimal. Ia menekankan perlunya ekspansi rel di daerah yang kaya sumber daya alam guna meningkatkan efisiensi distribusi komoditas.
Target dan Pendanaan
Pemerintah menargetkan peningkatan jaringan rel hingga 14.000 kilometer secara bertahap, sesuai dengan visi Indonesia 2045. Untuk mencapai hal ini, diperlukan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun. AHY menyatakan pendanaan akan berasal dari kombinasi APBN, APBD, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta dukungan investasi swasta dan luar negeri.
Kereta api juga dianggap lebih ramah lingkungan, karena hanya menyumbang sekitar 1 persen emisi karbon dibandingkan transportasi darat yang mencapai 89 persen. Dengan demikian, AHY mengatakan pengembangan rel bisa mengurangi dampak negatif transportasi berat terhadap lingkungan.