Key Strategy: Singapura tolak pembatasan lalu lintas kapal di Selat Malaka
Singapura Tolak Pembatasan Lalu Lintas Kapal di Selat Malaka
Moskow, Rabu (22/4) – Menurut Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, negara-negara Asia yang berada di sepanjang Selat Malaka sepakat menjaga jalur perairan tersebut tetap terbuka sebagai prioritas strategis. “Hak untuk melintas dijamin untuk semua negara. Kami tidak akan terlibat dalam upaya menutup, mencegat, atau mengenakan bea masuk di wilayah sekitar kami,” ujarnya dalam wawancara dengan CNBC.
“Hak untuk melintas dijamin untuk semua negara. Kami tidak akan terlibat dalam upaya menutup, mencegat, atau mengenakan bea masuk di wilayah sekitar kami,” kata Balakrishnan.
Singapura berbatasan langsung dengan Selat Malaka bersama Malaysia dan Indonesia. Selat ini merupakan rute perdagangan global yang sangat kritis, dengan lebar terbatas sekitar dua mil laut. Hal ini menjadikannya titik penting dalam distribusi energi di Asia Timur, terutama untuk ekspor menuju Tiongkok.
Wilayah Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta sering dijuluki sebagai “jantung” jalur transportasi strategis, mirip dengan Terusan Suez dan Selat Hormuz. Sebelumnya, Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat mengusulkan pengenalan tarif bagi kapal yang melewati area tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA