Visit Agenda: Kecamuk Hati Syafa, Gen Z Pasuruan yang Naik Haji Gantikan Ibu

Kecamuk Hati Syafa, Gen Z Pasuruan yang Naik Haji Gantikan Ibu

Dari sekian ribu calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, satu nama yang menonjol adalah Nikmatur Syafaroh, 16 tahun. Remaja putri ini tercatat sebagai jemaah haji termuda dalam kloter 05 yang berasal dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ia berangkat menggantikan ibunya yang meninggal tahun lalu. Saat ini, Syafa akan berikhtiar ke Mekkah bersama ayahnya.

Perjuangan Kedua Orang Tua

Syafa menceritakan bahwa orang tuanya memulai tabungan untuk mengajukan haji sejak tahun 2012. Ayahnya, seorang petani, dan ibunya, yang berperan sebagai ibu rumah tangga, menyisihkan uang secara bertahap demi memenuhi syarat beribadah. Bagi remaja ini, perjuangan tersebut menjadi pelajaran berharga tentang ketekunan dan cinta kepada keluarga.

“Senang, tapi ya sedih gitu. Ya kan enggak ada orang tuanya. Enggak ada ibu. Pasti ada doa khusus, ya semoga ibu diterima di sisi-Nya dan semoga masuk surga,” ujarnya.

Rasa Dilema dan Nasihat Nyai

Saat berada di pesantren, Syafa sempat bimbang karena ingin berpamitan tanpa kembali ke pondok. Ia bercita-cita menemani ayah di rumah setelah menunaikan haji. Namun, nasihat dari Nyai di Pesantren Sidogiri mengingatkannya bahwa menuntut ilmu masih memiliki manfaat besar. “Enggak mau balik ke pondok lagi setelah haji, soalnya mau nemenin ayah. Kan itu kasihan ayah kan. Terus Bu Nyai bilang eh kasihan ibunya. Kalau di pondok itu pahalanya lebih besar gitu. Suruh mondok lagi. Akhirnya saya mau,” katanya.

Syafa juga menolak gelar ‘hajah’ di depan nama. Ia ingin tetap dianggap sebagai remaja Gen Z biasa, tanpa tambahan prestasi yang bisa membuatnya merasa sombong. “Enggak mau [dipanggil hajah]. Dipanggil nama biasa aja,” ujarnya.

Aspirasi Remaja Milenial

Seperti generasinya, Syafa memiliki impian kecil yang ingin diwujudkan. Ia sudah membayangkan akan membeli oleh-oleh khas Arab Saudi untuk dibawa pulang kepada teman-temannya. “Ada yang nitip baju, ada yang nitip jajan gitu. Baju abaya,” katanya dengan semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *