New Policy: AS terus cari cara baru jatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran

AS terus cari cara baru jatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran

Di Washington, Amerika Serikat (AS) terus menggali strategi baru guna menerapkan sanksi ke Rusia dan Iran, menurut Jonathan Burke, Asisten Menteri Keuangan yang mengurus pendanaan terorisme, pada Rabu (22/4). Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari metode lain untuk menjatuhkan sanksi tersebut.

“Kami terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dan Iran,” ujar Burke dalam sidang dengar pendapat di DPR AS.

Menurut Burke, kebijakan pengecualian sanksi terhadap minyak kedua negara tidak cukup memberikan manfaat besar, dan sulit menghasilkan keuntungan nyata dari kebijakan tersebut. Sebelumnya, pada bulan Maret, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS mengeluarkan lisensi umum yang memperbolehkan transaksi minyak dari Rusia dan Iran, dengan batas waktu sampai 11 April dan 19 April untuk masing-masing negara.

Namun, Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, mengingkari angka tersebut dan menyebutnya sebagai ‘mitos’. Dalam April, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan akan berhenti memberi pengecualian sanksi terhadap minyak Iran. Lisensi baru dikeluarkan pada 17 April, yang memungkinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat hingga 16 Mei.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melakukan serangan bersama terhadap beberapa target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk perlawanan.

Peningkatan konflik hampir menghentikan arus lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang berdampak pada naiknya harga bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *