Meeting Results: Iran Pastikan Selat Hormuz Tak Mungkin Dibuka Selama AS Blokade Pelabuhan

Iran Pastikan Selat Hormuz Tak Mungkin Dibuka Selama AS Blokade Pelabuhan

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak akan terjadi selama blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat (AS) masih berlangsung. Ia menganggap tindakan AS sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata yang telah disepakati.

“Gencatan senjata lengkap hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan tersebut,” ujar Ghalibaf di platform X.

AS Tetap Blokade Pelabuhan Iran

Dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran akan diperpanjang, tetapi kebijakan blokade pelabuhan tetap berjalan. “Saya telah memerintahkan militer untuk terus memblokade, dan mereka siap serta mampu dalam segala aspek,” tambah Trump.

Pembicaraan tentang gencatan senjata antara AS dan Iran pertama kali diumumkan pada 7 April, yang seharusnya berakhir hari ini. Namun, Trump memperpanjang kesepakatan tersebut tanpa batas waktu. “Kami akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka disampaikan dan diskusi diselesaikan dengan cara apa pun,” jelas Trump.

Trump juga menyebut bahwa pemerintahan Iran terpecah. Ia menegaskan bahwa AS masih menunggu pemerintah Iran untuk hadir dalam negosiasi lanjutan di Pakistan. “Karena pemerintah Iran terpecah, kami telah ditunda serangan terhadap negara tersebut hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang konsisten,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *