Latest Program: DPR minta SPPG di Kepri pasang label batas waktu aman konsumsi MBG

DPR Minta SPPG di Kepri Tambahkan Label Batas Waktu Konsumsi MBG

Insporasi Dapur SPPG di Polresta Tanjungpinang

Komisi IX DPR RI mengusulkan pemasangan label waktu konsumsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepulauan Riau (Kepri). Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengatakan, label ini bisa ditempelkan di ompreng MBG agar masyarakat penerima manfaat lebih jelas mengetahui durasi aman mengonsumsi makanan tersebut.

“Dengan menempelkan label pada ompreng MBG, masyarakat penerima manfaat akan lebih jelas mengetahui durasi aman untuk mengonsumsi makanan tersebut,” jelas Wafiroh usai inspeksi dapur SPPG di Polresta Tanjungpinang.

Langkah Pencegahan Keracunan Makanan

Kasus keracunan makanan sempat terjadi di kalangan penerima manfaat, khususnya siswa, akibat mengonsumsi MBG melebihi durasi yang disarankan. Sebagai langkah pencegahan, Wafiroh menyarankan SPPG Polresta Tanjungpinang segera menerapkan pemasangan label tersebut untuk mengurangi risiko kesalahan konsumsi.

Selama kunjungan, Wafiroh juga memberikan saran untuk menyempurnakan prosedur pembersihan ompreng agar lebih teratur dan menjaga kebersihan. Ia menyoroti pentingnya standarisasi dalam pengelolaan makanan.

Apresiasi Tes Makanan Sebelum Distribusi

Wafiroh menyambut baik penggunaan tes makanan yang diadakan SPPG di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari, karena bisa mengurangi risiko makanan tidak layak dikonsumsi. “Penerapan tes makanan ini sangat penting agar semua SPPG dapat memastikan menu MBG layak dikonsumsi oleh penerima manfaat,” ujarnya.

Kunjungan ke Sekolah Dasar Katolik Tanjungpinang

Setelah menginspeksi dapur SPPG, Wafiroh dan sejumlah anggota Komisi IX DPR melanjutkan kunjungan ke SD Katolik Tanjungpinang. Di sana, mereka memperhatikan antusiasme siswa terhadap program MBG, terutama menu ayam yang menjadi favorit mereka.

“Kami menyaksikan siswa sangat antusias saat mengonsumsi MBG, terutama menu ayam yang menjadi favorit mereka,” ucap Wafiroh.

Permintaan Feedback dari Guru

Wafiroh berharap guru dapat memberikan masukan mengenai menu MBG yang disukai siswa kepada SPPG serta BGN. “Keterlibatan guru sangat penting untuk menyempurnakan kualitas program ini,” tambahnya.

Sebagai sarana komunikasi, Wafiroh menyarankan pembentukan grup WhatsApp antara SPPG dan guru untuk memfasilitasi koordinasi jika ada masalah di lapangan terkait MBG.

Dinas Terkait Ikut Dalam Evaluasi

Kunjungan ini diikuti oleh instansi terkait seperti BGN, BKKBN, BPOM, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya pengawasan bersama, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memenuhi standar kesehatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *