Important Visit: BI: Tekanan rupiah hari ini dipengaruhi naiknya ketidakpastian global
BI: Tekanan Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Kenaikan Ketidakpastian Global
Mata Uang Regional Terkena Dampak Global
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada hari ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat internasional, yang juga memengaruhi mata uang negara-negara lain di kawasan. Selama hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS, sebelum pada pukul 12.30 WIB terpantau stabil di kisaran Rp17.293 per dolar AS, sesuai dengan harga spot global.
“Bank Indonesia tetap aktif di pasar dan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten serta terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” terang Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.
Destry menyatakan bahwa pergerakan rupiah masih sejalan dengan tren mata uang regional, dengan pelemahan sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) mencapai 3,54 persen. BI juga memperkuat upaya intervensi untuk menjaga nilai tukar rupiah, sekaligus memastikan kebijakan suku bunga instrumen moneter yang mendukung pasar.
Langkah Stabilisasi Dilakukan Secara Terus-menerus
Langkah-langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (Non-Deliverable Forward/NDF), pasar domestik (spot dan Domestic Non-Deliverable Forward/DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Dalam upayanya mengurangi tekanan, BI juga fokus pada peningkatan daya tarik aset dalam negeri, terutama di tengah dampak yang terus berlanjut dari konflik di Timur Tengah.
Cadangan devisa Indonesia tetap kuat, mencapai 148,2 miliar dolar AS per akhir Maret 2026. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.