Special Plan: Menkes sebut RSUP Ben Mboi siap jadi “health tourism”

Menkes sebut RSUP Ben Mboi siap jadi “health tourism”

Kupang, Kamis – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Ben Mboi memiliki kemungkinan besar untuk menjadi pusat “health tourism” di wilayah Timur Indonesia. Ia menyatakan, inisiatif ini tidak hanya berkembang di Jakarta, tetapi juga di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Menkes, konsep rumah sakit “health tourism” menggabungkan layanan medis dengan elemen pariwisata. Dalam kunjungan kerjanya ke Kupang, ia meninjau Ruang Rawat Inap Lily dan berbagai fasilitas layanan baru di RSUP dr. Ben Mboi, yang berlokasi di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Inspeksi ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur medis sebagai penunjang utama pelayanan kesehatan.

Menkes juga menggarisbawahi pentingnya percepatan proses BLU (Badan Layanan Umum) bagi RSUP dr. Ben Mboi. Dengan status BLU, rumah sakit akan mendapat fleksibilitas pengelolaan keuangan, kemandirian operasional, dan percepatan peningkatan kualitas pelayanan. Selain itu, RSUP ini diharapkan memainkan peran pembinaan terhadap rumah sakit daerah di seluruh NTT sebagai bagian dari sistem rujukan berjenjang.

Persaingan antar rumah sakit sebagai indikator kebutuhan masyarakat

Kondisi persaingan layanan antara RSUP dr. Ben Mboi dan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, dinilai Menkes sebagai tanda meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus peluang peningkatan mutu layanan. “Antrean di kedua rumah sakit ini sama-sama panjang. Artinya kebutuhan masyarakat sangat besar. Persaingan itu bagus untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.

“Saya lihat antrean di kedua rumah sakit ini sama-sama panjang. Artinya kebutuhan masyarakat sangat besar. Persaingan itu bagus untuk meningkatkan kualitas. Fokus utama kita adalah memberikan lebih banyak opsi bagi masyarakat,” tegas Menkes.

Menkes menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memperkuat distribusi alat kesehatan modern ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota secara bertahap hingga 2027. Tujuannya adalah mewujudkan pemerataan layanan kesehatan nasional. “Semua alat kita kasih. Target kita adalah pemerataan layanan kesehatan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes berdialog langsung dengan pasien asal Timor Leste yang menjalani tindakan medis penghancuran batu ginjal menggunakan teknologi laser thulium. Menurutnya, sekitar 15 persen pasien RSUP dr. Ben Mboi berasal dari negara tetangga tersebut, menunjukkan peran strategis rumah sakit ini sebagai pusat layanan lintas batas.

Keluarga salah satu pasien dari Timor Leste menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan. “Bapak Menteri, terima kasih atas pelayanannya selama di sini. Semua unit rumah sakit sini pelayanannya baik, lebih bagus. Terima kasih banyak,” kata mereka.

Gubernur NTT, Melki, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan di RSUP dr. Ben Mboi menjadi momen penting untuk mempererat hubungan persaudaraan antar negara. Ia menambahkan, kehadiran fasilitas medis yang memadai diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas batas di sektor kesehatan. “Kita senang karena Pak Menkes sudah hadir dan melihat sendiri. Dan ini hal yang baik buat masyarakat NTT, karena selain menghadirkan layanan kesehatan bagi kedua negara juga membuat persaudaraan kami dengan Timor Leste tetap terjaga sebagai satu pulau, dua negara,” ungkap Gubernur.

Kunjungan kerja Menkes di RSUP dr. Ben Mboi ditutup dengan dialog bersama para dokter. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi peningkatan layanan rujukan di Provinsi NTT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *