What Happened During: Menag saat di Bengkulu tekankan pentingnya jaga ekosistem alam
Menteri Agama di Bengkulu Apresiasi Upaya Pelestarian Ekosistem
Dalam kunjungan ke Bengkulu, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dengan cara melepas satwa-satwa khas di Danau Dendam Tak Sudah. “Merawat lingkungan alamiah merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta,” ujarnya, Kamis. Menurut Menteri Agama, melepaskan burung ke habitat aslinya serta menanam bibit ikan adalah langkah sederhana yang bisa memberikan dampak luas bagi kelestarian alam.
“Melepaskan burung ke alam dan menebar bibit ikan adalah salah satu bentuk nyata rasa syukur kita kepada Tuhan dan bumi,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar di Bengkulu, Kamis.
Menteri Umar menegaskan bahwa tugas bersama pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat adalah menjaga ekosistem yang menjadi bagian dari kehidupan yang saling terhubung. Ia menekankan bahwa lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan, perekonomian, dan kehidupan generasi penerus.
Sebagai tambahan, nilai-nilai spiritual memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap perlindungan lingkungan hidup. Acara yang berlangsung di Danau Dendam Tak Sudah dianggap sebagai kawasan cagar alam yang memiliki nilai ekologis tinggi dan harus tetap dipertahankan.
Kegiatan pelepasan satwa endemik tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, tokoh agama, serta warga setempat. Rangkaian acara ditutup dengan penebaran bibit ikan di perairan danau sebagai cara menjaga keseimbangan ekosistem.
Simbol Pelestarian yang Nyata
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem serta mendorong kerja sama berkelanjutan dalam upaya konservasi lingkungan. Dedy Wahyudi, Wali Kota Bengkulu, mengatakan bahwa Danau Dendam Tak Sudah adalah bagian penting dari kekayaan alam yang perlu dipertahankan untuk masa depan.
Acara berakhir dengan penebaran bibit ikan di perairan danau sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.