New Policy: Analis: Kunjungan Seskab ke Sekolah Rakyat bentuk komunikasi efektif

Analis: Kunjungan Seskab ke Sekolah Rakyat Menjadi Bentuk Komunikasi Publik yang Efektif

Kunjungan ke Pejompongan

Jakarta – Komunikasi politik yang efektif terlihat dari kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta Pusat (Jakpus). Analis komunikasi Hendri Satrio (Hensa) mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah yang nyata. Menurutnya, jarang ada pejabat yang mengambil waktu untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.

“Sederhana, tetapi ini penting karena kehadiran langsung seperti ini tidak sering terjadi. Banyak pejabat tahu masalah, tetapi tidak selalu memperhatikan realitas secara langsung,” ujar Hensa dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Komitmen Pemerintah

Kunjungan Seskab dan Mensos Saifullah Yusuf dilakukan untuk mengecek keadaan anak-anak yang telah putus sekolah. Hensa menekankan bahwa interaksi langsung lebih berbicara daripada sekadar pidato atau presentasi data. “Kehadiran yang tulus bisa diukur dari cara pejabat berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung,” katanya.

“Pejabat yang mau duduk dan berbicara dengan anak-anak tanpa banyak bicara, publik akan langsung menghargai. Ini adalah bukti kepercayaan yang terbentuk secara alami,” tambah Hensa.

Interaksi Jujur di Lapangan

Hensa menyoroti cara Teddy berkomunikasi dengan calon siswa Sekolah Rakyat. Ia tidak memperlihatkan pidato panjang atau angka pencapaian program, melainkan berinteraksi langsung dengan anak-anak. “Ini menunjukkan komunikasi yang jujur, aksi sebelum ucapan, bukan sebaliknya. Melihat, mendengar, lalu menyampaikan fakta,” jelasnya.

Calon Siswa dari Berbagai Wilayah

Dalam kunjungan tersebut, lebih dari 70 calon siswa dari berbagai daerah di Jakarta berkumpul di Sekolah Rakyat yang berlokasi di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Siswa yang hadir sebagian besar berasal dari keluarga desil 1 atau kategori miskin ekstrem. “Sekolah Rakyat ini belum beroperasi, sehingga Pak Mensos mengajak saya untuk memastikan siapnya fasilitas,” kata Teddy.

Langkah untuk Pendidikan Inklusif

Sekolah Rakyat di Pejompongan saat ini sedang dipersiapkan untuk menerima siswa yang putus sekolah atau tidak bersekolah sejak jenjang SD. Hensa menilai kunjungan ini menunjukkan perbaikan pola komunikasi Istana belakangan ini, yang lebih fokus pada kehadiran nyata dibandingkan tampilan di media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *