Special Plan: Amran Tegas Sebut IMF Salah, Pertanian RI Porak Poranda!

Amran Tegas Sebut IMF Salah, Pertanian RI Porak Poranda!

Karawang, Kamis (23/4/2026)

Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengkritik kebijakan yang dipengaruhi International Monetary Fund (IMF), menurutnya telah merugikan sektor pertanian Indonesia. Ia menegaskan bahwa kebijakan impor yang diperlebar tanpa batasan membuat produksi lokal menjadi lemah, bahkan mengancam komoditas penting. “IMF dianggap salah karena kebijakannya mengganggu sektor pertanian,” ujar Amran saat meninjau beras di gudang JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat.

Dalam kesempatannya, Amran memberikan contoh tentang kedelai yang pernah mencapai swasembada pada 1993, tetapi kini terpuruk setelah kebijakan impor diperluas. “Kedelai dulu tahun 1993 swasembada. Setelah IMF, bebas, tidak ada Lartas, bebas masuk. Ibarat Mike Tyson diperhadapkan dengan Ellyas Pical tanpa wasit, matilah dia. Ini hancur sekarang,” jelasnya dalam wawancara terpisah.

“Kedelai dulu tahun 1993 swasembada. Setelah IMF, bebas, tidak ada Lartas, bebas masuk. Ibarat Mike Tyson diperhadapkan dengan Ellyas Pical tanpa wasit, matilah dia. Ini hancur sekarang,”

Amran juga mengungkapkan ketidakpuasan terhadap sektor susu yang mengalami ketergantungan impor meningkat drastis. “Susu… Tapi saya belum menteri waktu itu. Kalau saya sudah menteri, pasti saya tempur di situ. Dulu impornya 48%, sekarang 79%,” tambahnya.

“Susu… Tapi saya belum menteri waktu itu. Kalau saya sudah menteri, pasti saya tempur di situ. Dulu impornya 48%, sekarang 79%,”

Kondisi tersebut, menurut Amran, membuat peternak lokal kesulitan menjual hasil produksinya. “Akhirnya, (peternak) mandi susu, karena susunya nggak laku,” katanya. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah sedang merancang strategi penguatan peran BUMN, termasuk Perum Bulog, dalam mengembangkan komoditas strategis.

Dalam wawancara sebelumnya, Amran menekankan bahwa BUMN harus tidak hanya sebagai pembelian produk, tetapi juga terlibat langsung dalam produksi. “BUMN, termasuk Bulog harus kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar,” ujarnya.

“BUMN, termasuk Bulog harus kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar,”

Amran juga menyebutkan rencana untuk menanamkan komoditas seperti bawang putih dan kedelai melalui skema khusus. “BUMN. Nanti kita rancang. Saya sementara rancang. Bawang putih BUMN ikut menanam, kedelai juga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *