Special Plan: Manusia Sudah Digantikan, Buktinya Muncul di China dan Jepang
Manusia Sudah Digantikan, Buktinya Muncul di China dan Jepang
Peluncuran teknologi robot yang meniru keahlian manusia kini berkembang pesat di Jepang dan Tiongkok. Kedua negara ini secara aktif menguji ciptaan masing-masing, termasuk robot humanoid yang bisa berkompetisi dalam aktivitas fisik. Di Jepang, robot pingpong bernama Ace diungkapkan mampu mengalahkan pemain manusia. Menurut Peter Durr, direktur Sony AI Zurich dan pengelola proyek, Ace menjadi robot pertama yang memiliki kemampuan olahraga fisik kompetitif.
“Perbedaannya terletak pada permainan fisik dan real-time seperti tenis meja, yang tetap menjadi tantangan besar karena kebutuhan interaksi cepat, tepat, dan dekat dengan batas reaksi manusia,” jelas Durr, dikutip dari Reuters, Kamis (23/4/2026).
Ace telah mengikuti pertandingan pingpong melawan manusia. Dalam laga April 2025, robot itu menang tiga dari lima babak melawan atlet berkualitas tinggi. Dua kekalahan terjadi saat berhadapan dengan pelari profesional, yang dianggap paling mahir dalam olahraga tersebut. Pada Desember 2025, Ace sukses mengalahkan pesaing profesional setelah sebelumnya juga menang dalam uji coba bulan lalu.
Robot Lari di China
Tiongkok juga menampilkan inovasi robot dalam bidang lari. Ratusan unit robot mengikuti lomba setengah marathon di Beijing pada bulan April. Hasilnya, robot-robot ini mengungguli manusia dengan selisih lebih dari 10 menit. Pemenang tercatat dari Honor, dengan waktu 50 menit 26 detik. Proyek ini dibangun selama setahun, dan engineer tim, Du Xiaodi, menegaskan robot dilengkapi kaki panjang 90-95 cm serta sistem pendingin cair mirip ponsel.
“Kecepatan lari mungkin tidak terdengar luar biasa awalnya, tetapi mampu mempercepat proses transfer teknologi ke sektor struktural dan pendinginan, serta penerapan industri,” terang Du.
Lomba tahun lalu sempat diwarnai kecelakaan, dengan sebagian besar robot gagal menyelesaikan perjalanan. Namun, robot yang berhasil menyelesaikan lomba mencetak waktu 2 jam 40 menit, dua kali lipat dari catatan atlet manusia pada lomba konvensional.