Key Strategy: Komitmen Jaga Lingkungan, Polytama Sukses Dorong Program BATIK JAVING

Komitmen Jaga Lingkungan, Polytama Sukses Dorong Program BATIK JAVING

PT Polytama Propindo (Polytama) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong bisnis yang ramah lingkungan. Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif eko-inovasi bernama BATIK JAVING, yang menggabungkan limbah produksi dan plastik bekas kemasan polipropilena (PP) sebagai pengganti pasir. Bahan ini kemudian diproses bersama semen dan dibentuk menjadi paving block. Pendekatan ini memiliki manfaat ganda, baik untuk efisiensi energi maupun penerapan oleh warga secara lokal.

Dari segi lingkungan, program BATIK JAVING berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca, meminimalkan sampah yang ditangani pihak ketiga, serta memperkecil volume limbah secara keseluruhan. Dalam kajian Life Cycle Assessment (LCA) tahun 2025, 14 kategori dampak lingkungan mencatat penurunan signifikan, seperti global warming potential, penipisan ozon, hujan asam, eutrofikasi, hingga penggunaan air dan perubahan lahan. Hasil ini memperkuat bahwa inovasi ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga global.

Program Sosial Re-Di: Menyatukan Difabel dengan Pemanfaatan Sampah

Dalam upaya mewujudkan keberlanjutan, Polytama juga mengembangkan inisiatif sosial Re-Di (Recycle by Difabel) dengan tema “Waste for Empowerment: Melewati Batas Ketidakmungkinan.” Program ini menjadikan sampah sebagai bahan baku yang memberikan nilai ekonomi dan sosial. Produk inovatif seperti kaki palsu Polystep dan furnitur daur ulang Daurniture menjadi bukti nyata keterlibatan masyarakat rentan.

“Kami terbiasa dengan terasingkan dan tidak terlihat, tapi kami tidak bisa diam saja. Batas ketidakmungkinan kami lewati dan sekarang kami sudah berdaya sendiri serta memberdayakan sesama,” ujar Suprayitno, salah satu peserta program.

Re-Di didukung oleh strategi pengelolaan limbah yang disebut Sate Lebah. Pendekatan ini meningkatkan efektivitas dalam daur ulang, terutama di wilayah Indramayu. Dampak sosialnya tercatat mengakar, melibatkan kelompok difabel, atlet paralimpik, siswa SD SEHATI, ibu rumah tangga bekas tenaga migran, dan masyarakat rawan bencana. Nilai tambah yang dihasilkan dibuktikan oleh tingkat Social Return on Investment (SROI) yang baik.

Dalam tahun 2026, Polytama berencana bekerja sama dengan mitra eksternal untuk memperluas penggunaan bahan ramah lingkungan. Strategi jangka panjang keberlanjutan dirancang berdasarkan pendekatan LCA dan prinsip ekonomi sirkular. Pencapaian ini tidak hanya menghasilkan pengakuan internasional, seperti PROPER Emas 2025 yang diraih keenam kalinya secara beruntun, tetapi juga menciptakan dampak terukur bagi lingkungan dan masyarakat.

Direktur Polytama, Dwinanto Kurniawan, menegaskan bahwa penghargaan tersebut menggambarkan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional. “Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi sudah menjadi bagian dari cara kami menjalankan bisnis, dengan memastikan setiap langkah memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *