Important News: Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru, Cari Kerja Makin Mustahil

Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru, Cari Kerja Makin Mustahil

Dalam kondisi pasar tenaga kerja yang semakin ketat, teknologi kecerdasan buatan (AI) sering menjadi sasaran kritik. Banyak perusahaan mengandalkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, sehingga mengurangi kebutuhan merekrut karyawan dalam jumlah besar. Hal ini diungkapkan oleh Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Minneapolis, yang menyoroti bahwa adopsi AI menyebabkan perusahaan besar memperlambat proses perekrutan. Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengurangan peluang kerja diperkirakan akan terus berlangsung, memperparah masalah pengangguran.

Kondisi di Inggris: Peralihan Pekerjaan dan Produktivitas

Menurut Morgan Stanley, adopsi AI berdampak lebih besar terhadap pekerja di Inggris dibandingkan wilayah lain. Data dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan yang rentan terhadap AI, seperti posisi pengembang perangkat lunak atau konsultan, turun hingga 37%. Sementara lowongan di bidang lain mengalami penurunan sebesar 26%. Perusahaan-perusahaan di Inggris Raya melaporkan peningkatan produktivitas rata-rata 11,5% karena penggunaan teknologi ini.

Perspektif CEO ServiceNow: Budaya Kerja dan Efisiensi

Bill McDermott, CEO ServiceNow, mengatakan kepada CNBC International bahwa AI telah berhasil meningkatkan produktivitas karyawan. Menurutnya, hal ini membantu perusahaan mengendalikan pengeluaran dengan lebih baik. “Dalam situasi pergantian karyawan, tidak perlu mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya. “Kita bisa tetap mempertahankan budaya kerja yang baik dan standar kinerja tinggi, sekaligus memperoleh efisiensi besar untuk meningkatkan margin arus kas bebas perusahaan,” tambah McDermott.

Pengaruh AI pada PHK dan Perekonomian

Kemampuan AI untuk menggantikan pekerjaan manusia membuat beberapa perusahaan memprioritaskan penghematan biaya. Contohnya, Blockbuster dan Atlassian baru-baru ini mengumumkan PHK, dengan alasan utama penggunaan teknologi canggih ini. McDermott juga menyebutkan bahwa angka pengangguran bagi lulusan perguruan tinggi bisa mencapai pertengahan 30-an dalam beberapa tahun ke depan.

Kinerja Finansial ServiceNow

ServiceNow merilis laporan pendapatan kuartal pertama 2026 pada Rabu (22/4) setelah pasar ditutup. Hasil tersebut melampaui ekspektasi konsensus dalam pendapatan dan laba bersih, serta meningkatkan proyeksi bisnis. Namun, saham perusahaan mengalami penurunan sebesar 12% meskipun kinerjanya positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *