New Policy: Era Baru Dimulai! Jerman Bangun Kekuatan, Siap Perang Besar

Era Baru Dimulai! Jerman Bangun Kekuatan, Siap Perang Besar

Jakarta, Jerman tengah memperkuat kekuatannya sebagai respons terhadap ketidakpastian keamanan di Eropa. Dilaporkan oleh The Economist, komandan tertinggi angkatan bersenjata Jerman, Jenderal Carsten Breuer, menyatakan bahwa Bundeswehr kini sedang diarahkan untuk siap menghadapi konflik besar. Dalam sesi wawancara, Breuer menceritakan pengalaman saat terbang ke Düsseldorf, di mana seorang penumpang memberinya ucapan terima kasih atas pengabdannya. Menurut Breuer, hal serupa dulu lebih sering dianggap kecil kemungkinannya terjadi di Amerika Serikat. Kini, itu justru menunjukkan perubahan mendasar dalam penghargaan masyarakat terhadap militer Jerman.

Transformasi Militer Jerman

Kebangkitan Bundeswehr terlihat dari peningkatan kehadiran Breuer di media. Dulu, para inspektur jenderal militer Jerman lebih tertutup dari publik, tetapi kini Breuer sering muncul di berbagai platform informasi. Hal ini selaras dengan rencana besar Jerman untuk menyesuaikan kekuatan militer secara signifikan, yang disebut sebagai perubahan luar biasa dalam satu generasi. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, komandan angkatan darat Jerman pernah mengatakan pasukannya seperti bertangan kosong. Kini, Kanselir Friedrich Merz berjanji akan menjadikan Bundeswehr sebagai angkatan darat konvensional terkuat di Eropa.

“Kami tidak melakukan ini hanya untuk diri kami sendiri. Kami melakukannya demi Eropa,” ujar Breuer.

Dokumen strategi militer pertama dalam sejarah Republik Federal Jerman dan profil kapabilitas Bundeswehr menjadi indikator baru dari perubahan ini. Dokumen tersebut menyasar medan perang modern, di mana transparansi data dan penggunaan sistem tanpa awak massal dianggap kunci. Selain itu, strategi ini juga menetapkan target keunggulan teknologi hingga 2039, termasuk kemampuan menyerang secara presisi dari jarak jauh. Untuk mewujudkan hal itu, Jerman siap meningkatkan utang dalam jumlah besar.

Target Anggaran dan Kritik

Pada 2029, Jerman berkomitmen mencapai belanja pertahanan sebesar 3,5% dari PDB. Anggaran yang dijanjikan bisa mencapai €160 miliar, atau setara US$188 miliar, serta Rp3.252 triliun (asumsi kurs Rp17.300/US$1). Jika tercapai, Jerman akan mengungguli Inggris dan Prancis dalam pengeluaran militer. Namun, pertanyaan terus muncul apakah dana tersebut dialokasikan secara efektif. Sejumlah kritikus khawatir anggaran lebih banyak digunakan untuk senjata lama, sementara riset dan teknologi baru masih kurang mendapat perhatian.

Langkah Jerman mendapat dukungan dari sebagian besar sekutu, termasuk Pentagon yang menyambut baik keputusan Berlin. Meski begitu, Prancis menyoroti kekhawatiran bahwa negara dengan budaya strategis yang belum stabil justru memimpin transformasi pertahanan Eropa. Breuer sendiri mengakui sebagian anggaran saat ini digunakan untuk memperbaiki kekurangan akibat pengabaian selama bertahun-tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *