Key Issue: Ekonomi kemarin, Kampung Haji hingga soal realisasi investasi

Ekonomi kemarin, Kampung Haji hingga soal realisasi investasi

Jakarta – Lima berita ekonomi penting yang dirilis Rabu (23/4) tetap relevan dibaca hari ini, termasuk proyek Kampung Haji yang dikembangkan Danantara dan perkembangan realisasi investasi di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026. Proyek Kampung Haji, yang menjadi fokus utama Danantara, mencakup upaya memperoleh lahan 400 meter dari Masjidil Haram. Selain itu, data investasi yang masuk mencerminkan dinamika ekonomi nasional.

Danantara bidik tanah 400 meter dari Masjidil Haram

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Abdul Roni mengatakan, target produksi gula kristal putih (GKP) 3,04 juta ton pada 2026 akan tercapai melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan stakeholder lainnya. Ini berlaku baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri.

“Sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci penting mewujudkan swasembada gula nasional secara menyeluruh,” ujar Abdul Roni di Surabaya, Rabu.

Di sisi lain, Danantara berencana terlibat dalam proyek energi terbarukan di Singapura dengan nilai investasi mencapai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp518,74 triliun. CEO perusahaan tersebut, Rosan Roeslani, menyebutkan, proyek ini melibatkan pembangunan infrastruktur panel surya dan jaringan transmisi lintas negara.

Menko Airlangga prediksi pertumbuhan ekonomi 5,5 persen di kuartal I 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5 persen pada triwulan pertama 2026. Meski menunggu laporan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), prediksi ini didasarkan pada fondasi ekonomi yang relatif stabil.

“Walaupun masih menunggu rilis dari BPS, namun beberapa kali dari kami memprediksi pertumbuhan di kuartal I secara fundamental cukup baik, dan angkanya lebih besar/sama dengan 5,5 persen,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

BKPM catat realisasi investasi triwulan I 2026 senilai Rp498,8 triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini meningkat 7,2 persen secara tahunan dibandingkan realisasi triwulan I 2025 sebesar Rp465,2 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *