Topics Covered: Kebutuhan LPG RI Meningkat 10 Juta Ton di Tahun 2027, Ini Sebabnya
Kenaikan Kebutuhan LPG Indonesia 10 Juta Ton Tahun 2027: Alasan di Baliknya
Beberapa waktu lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan proyeksi bahwa kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia pada tahun 2027 akan naik hingga 10 juta ton per tahun. Peningkatan ini, menurutnya, terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan sektor industri baru.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini, total konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8,6 juta ton, dan akan meningkat dengan tambahan dari industri yang terlibat, seperti Lotte. Perusahaan tersebut membutuhkan sekitar 1,5 juta ton per tahun. “Jadi secara keseluruhan, kita membutuhkan sekitar 10 juta ton LPG,” tambahnya.
“Kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Nah, Insya Allah Rusia sekarang dalam taraf finalisasi,” ujar Bahlil saat rapat di Kementerian ESDM.
Menurut Bahlil, Indonesia hanya mampu memproduksi 1,6 juta ton LPG setiap tahun. Hal ini membuat negara tersebut sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. Oleh karena itu, upaya penjajakan pembelian LPG dari Rusia dianggap penting untuk menjaga pasokan.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong percepatan proses impor dari Rusia agar bisa mengamankan pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. “Kita tahu bahwa LPG kita dari total konsumsi kita kan 8,6 juta. Bahkan di tahun 2026-2027 itu meningkat dengan penambahan industri daripada Lotte,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Hal ini dijelaskan usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Pertemuan antara Bahlil dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev terjadi pada Selasa (15/4/2026), sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden sudah saya bertemu dengan Menteri Energi dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin. Kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia,” tutur Bahlil usai rapat di Istana.
Dari pertemuan tersebut, pemerintah juga mendapatkan komitmen untuk membangun infrastruktur di Indonesia guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Selain itu, komunikasi intensif terus dilakukan terkait pasokan LPG dari Rusia, mengingat Indonesia mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun.