PG Ngadirejo Kediri sambut giling 2026 dengan ritual “Cethik geni”

PG Ngadirejo Kediri Siapkan Ritual Khas untuk Musim Giling 2026

Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi tempat pelaksanaan ritual unik yang dilakukan Pabrik Gula (PG) Ngadirejo untuk mempersiapkan musim giling tahun 2026. Acara ini bertujuan agar proses produksi berjalan lancar serta mencapai target yang telah ditentukan.

“Ritual ini merupakan bagian dari teknik pembakaran lambat pada ketel uap, atau dalam bahasa Jawa disebut ‘Cethik geni’,” jelas Wayan Mei Purwono, General Manager PG Ngadirejo. “Dengan mengadakan kegiatan ini, PG Ngadirejo berharap tebu yang akan digiling benar-benar manis dan membawa berkah.”

Dalam rangkaian persiapan, PG Ngadirejo juga mengatur jadwal acara “Pethik tebu” pertama pada 25 April 2026. Selanjutnya, tebu akan mulai masuk ke pabrik pada 8 Mei 2026, serta proses giling diharapkan dimulai tepat pada 9 Mei 2026.

Untuk musim giling 2026, pabrik ini menargetkan penggilingan tebu sebanyak 11 juta kuintal, dengan rendemen 7,5 persen. Dari total tersebut, diharapkan bisa menghasilkan gula sebanyak 82.500 ton. “Ini adalah target yang sangat ambisius, semoga semua pihak bisa berkolaborasi agar tujuan ini tercapai,” tambah Wayan Mei Purwono.

Marsis Bintoro, Manajer Instalasi PG Ngadirejo, menjelaskan bahwa ritual “Cethik geni” menggunakan 400 ton ampas sebagai bahan bakar. Dengan stok bahan bakar yang telah siap, pabrik bisa melakukan uji coba sistem pembakaran atau steamtest secara menyeluruh. “Kami juga terus menambah stok ampas sesuai kebutuhan, yaitu 600 hingga 700 ton untuk proses giling,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *