Latest Program: Nasabah Tembus 19,4 Juta, Bank Jago Bukukan Laba Rp86 M Kuartal I-2026
Nasabah Tembus 19,4 Juta, Bank Jago Bukukan Laba Rp86 M Kuartal I-2026
Bank Jago Tbk melaporkan peningkatan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026, berkat pertumbuhan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Per 31 Maret 2026, lembaga keuangan ini telah melayani 19,4 juta nasabah, naik lebih dari 3 juta dibandingkan jumlah 16,3 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Sebanyak 15,2 juta dari total tersebut adalah nasabah yang menggunakan aplikasi digital Jago.
Ekspansi Dana Pihak Ketiga
Penambahan nasabah beriringan dengan kenaikan DPK sebesar 23 persen secara tahunan, mencapai Rp26,4 triliun dari Rp21,4 triliun pada Maret 2025. Komposisi dana tersebut terdiri dari 53 persen akun tabungan dan giro (CASA), sebesar Rp13,9 triliun, serta 47 persen deposito senilai Rp12,5 triliun. Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menjelaskan bahwa peningkatan DPK mencerminkan tingkat kepercayaan yang semakin baik dari nasabah terhadap layanan perbankan digital.
“Peningkatan DPK menunjukkan nasabah semakin mempercayai Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka. Aplikasi Jago kini bukan hanya tempat tabungan dan transaksi, tetapi juga alat untuk meningkatkan pertumbuhan finansial secara menyeluruh,” kata Arief dalam keterangan resmi, Jumat (24/4).
Penyaluran Kredit dan Kinerja Keuangan
Bank Jago juga mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 24 persen, mencapai Rp25,2 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp20,3 triliun di kuartal I-2025. Pertumbuhan ini didorong strategi kolaborasi dengan mitra ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Meski ekspansi kredit berlangsung, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,8 persen, lebih rendah dari rata-rata industri perbankan nasional.
Kinerja solid di sektor kredit mendorong total aset Bank Jago mencapai Rp39,5 triliun per Maret 2026, naik 22 persen dari Rp32,5 triliun pada kuartal I-2025. Dalam aspek profitabilitas, laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp86 miliar, meningkat 42 persen dibandingkan Rp60 miliar di kuartal I-2025. Perseroan juga mencatat rasio kecukupan modal (CAR) 29,9 persen, memberikan ruang untuk ekspansi bisnis.
Sementara rasio kredit terhadap simpanan (LDR) berada di level 95 persen. Arief menegaskan bahwa Bank Jago tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko di tengah dinamika ekonomi global dan lokal. “Komitmen kami terus berfokus pada inovasi, kolaborasi, serta pengelolaan fundamental kinerja dan risiko yang kuat. Kami berhati-hati untuk menjaga kesehatan perusahaan sambil mencari peluang tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
[Gambas:Youtube]