New Policy: Laba Tesla naik 17 persen, fokus pada AI dan ekspansi robotaxi
Laba Tesla Naik 17 Persen, Fokus pada AI dan Ekspansi Robotaxi
Jakarta – Pada kuartal pertama 2026, pendapatan Tesla meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 22,4 miliar dolar AS (Rp387,36 triliun). Laba bersih juga tumbuh 17 persen, mencapai 477 juta dolar AS (Rp8,2 triliun). Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan pengiriman kendaraan dan ekspansi bisnis di bidang kecerdasan artifisial (AI) serta robotaxi, yaitu layanan taksi otonom.
Pengiriman Kendaraan dan Fokus Bisnis
Tesla, yang dikelola oleh Elon Musk, mencatatkan pengiriman lebih dari 358.000 unit kendaraan listrik berbaterai (BEV) global pada kuartal pertama 2026, naik 6,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Fasilitas manufaktur Gigafactory Shanghai, yang tercatat sebagai pabrik utama, menghasilkan 213.000 unit, tumbuh 23,5 persen secara tahunan.
Pada panggilan pendapatan, Elon Musk menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada bisnis kendaraan. Menurutnya, teknologi bantuan pengemudi canggih menjadi salah satu prioritas utama. Sampai kuartal pertama, jumlah pengguna berbayar hampir mencapai 1,3 juta, dengan tingkat penetrasi yang terus membaik di antara 9 juta pemilik kendaraan.
Perkembangan Teknologi AI dan Robotaxi
Tesla meluncurkan versi 14.3 sistem bantuan pengemudi di Amerika Utara, sementara versi berikutnya, V15, akan dirilis antara akhir 2026 hingga awal 2027. Di sisi lain, bisnis robotaxi mulai berkembang lebih pesat. Jarak tempuh berbayar dari layanan otonom dalam kuartal ini hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada Februari, produksi Cybercab mulai berjalan di pabrik Texas.
“Kami mempercepat upaya untuk menerapkan sistem bantuan pengemudi canggih di Tiongkok,” tulis Musk di Weibo.
Perusahaan juga memperkuat investasi dalam komputasi AI dan chip. Generasi berikutnya dari chip inferensi AI telah selesai desainnya dan akan digunakan di bidang robotika serta pusat data. Proyek TERAFAB dan klaster Cortex 2 menunjukkan kemajuan signifikan dalam kapasitas pelatihan, yang diharapkan meningkatkan kecepatan iterasi model kendaraan otonom dan sistem robotik.
Ekspansi Infrastruktur dan Rencana Masa Depan
Dalam bidang pengisian daya, Tesla menambah 2.200 unit Supercharger, naik 19 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah listrik yang terdistribusi mencapai 1,8 TWh, meningkat 22 persen. Hingga April 2026, perusahaan telah membangun lebih dari 2.600 stasiun Supercharger di Tiongkok, mencakupi kota-kota besar dan secara bertahap membuka jaringan tersebut untuk kendaraan non-Tesla.
Tesla berencana memulai persiapan fasilitas manufaktur robot humanoid skala besar pada kuartal kedua 2026. Produk generasi ketiga diharapkan diluncurkan di pertengahan tahun ini. Musk menggarisbawahi bahwa robot humanoid bisa menjadi elemen kunci dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan.