Main Agenda: Hilirisasi Nikel RI Terancam, Pasokan Sulfur Kena Imbas Perang Timteng

Hilirisasi Nikel RI Terancam, Pasokan Sulfur Kena Imbas Perang Timteng

Jakarta – Ketergantungan pada bahan baku sulfur impor mulai mengancam proses hilirisasi nikel dalam negeri. Gangguan dalam rantai pasok global, terutama dari kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi operasional pabrik pengolahan nikel berbasis hidrometalurgi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah, kepada CNBC Indonesia.

Ketergantungan Sulfur Impor Menjadi Pemicu Kejadian

Arif menjelaskan bahwa sekitar 75-80% kebutuhan sulfur impor Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Dari total sekitar 5,3 juta ton impor, mayoritas pasokan sulfur disuplai oleh negara-negara di wilayah tersebut. “Penutupan Selat Hormuz memicu gangguan signifikan pada pasokan utama bahan baku untuk refinery HPAL di Indonesia,” kata Arif.

Sulfur Sebagai Komponen Kritis dalam Proses Produksi

Komponen sulfur memegang peran penting dalam industri hilirisasi nikel, terutama untuk menghasilkan asam sulfat yang diperlukan dalam proses pelindian pada teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL). Arif menekankan bahwa produksi MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) dengan kualitas bateri bergantung pada keberlanjutan pasokan asam sulfat. “Indonesia membutuhkan sekitar 10-12 ton sulfur untuk menghasilkan 1 ton nikel dalam bentuk MHP,” jelasnya.

Luhut Sampaikan Kesiapan Pemerintah Menghadapi Risiko

Sebagaimana diketahui, pemerintah mulai memantau ancaman gangguan pada rantai pasok sulfur. Poin ini muncul setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyebutkan risiko konflik global yang berpotensi berlangsung jangka panjang, terutama terhadap sektor energi dan komoditas strategis.

Menurut Luhut, dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif stabil. Namun, pemerintah telah menyiapkan skenario antisipasi untuk menghadapi kondisi yang semakin tidak pasti. “Jika konflik global berlangsung lebih lama dari prediksi, salah satu ancaman yang kami cermati adalah kenaikan harga energi,” ungkapnya.

Pasokan Sulfur dan Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik

Terlebih, sulfur memiliki peran vital dalam hilirisasi nikel dan pengembangan baterai kendaraan listrik. Luhut menambahkan, pemerintah juga memantau ancaman terhadap rantai pasok komoditas strategis lainnya. “Selain energi, pasokan sulfur menjadi fokus utama dalam mendukung proses industri dan inovasi baterai,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *