Menang ajak masyarakat muhasabah guna tingkatkan kualitas keimanan

Menang ajak masyarakat muhasabah guna tingkatkan kualitas keimanan

Kota Bengkulu – Menteri Agama (Menag) Nassarudin Umar menyerukan masyarakat Kota Bengkulu untuk melaksanakan muhasabah atau refleksi diri sebagai langkah meningkatkan keimanan. Di Masjid Jamik, ia menyampaikan harapan agar bangunan tersebut menjadi berkah bagi seluruh masyarakat. “Di tempat ini, sejarah mencatat peran Presiden Pertama Indonesia yang pernah berkunjung ke Bengkulu, serta lahirnya Fatmawati Soekarno, seorang perempuan yang menjahit Sang Saka Merah Putih,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Jumat.

Tingkatan Kualitas Keislaman

Dalam kesempatan tersebut, Menag menjelaskan bahwa kualitas keimanan seseorang memiliki perbedaan tingkat, yang harus terus dikembangkan. Ia membagi perjalanan spiritual menjadi lima kategori, mulai dari fasik, awam, ahlul thoa, ahlul ibadah, hingga ahlullah. “Keimanan manusia tidak statis, melainkan bisa berkembang dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

“Fasik mengacu pada individu yang mengklaim sebagai Muslim, tetapi tidak melaksanakan kewajiban ibadahnya. Awam adalah mereka yang sudah mulai menjalani ibadah, namun belum konsisten dan masih bersifat formal. Di atasnya ada ahlul thoa, yang lebih disiplin dalam ibadah, meski masih merasa tertekan. Lalu ahlul ibadah, yang beribadah karena cinta kepada Allah,” ujar Menag.

Menurut Menag, tingkat tertinggi keimanan adalah ahlullah, di mana individu telah mencapai kecintaan penuh kepada Tuhan. Mereka tidak membedakan antara ibadah wajib dan sunnah, serta tidak pernah menghitung amal yang dilakukan. “Semoga kita semua terus bergerak naik dari satu tingkat ke tingkat berikutnya dalam perjalanan keislaman,” tambahnya.

Sejarah dan Arsitektur Masjid Jamik

Masjid Jamik, menurut Menag, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol nilai historis yang diwariskan. Bangunan ini merupakan hasil karya arsitektur yang menggabungkan ciri khas Jawa dan Sumatera, serta terkait dengan masa pengasingan Presiden Pertama RI Soekarno di Bengkulu. “Masjid ini memiliki makna penting sebagai situs sejarah dan representasi keagamaan,” kata Menag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *