Key Strategy: Indonesia dan Korsel perkuat kolaborasi penanganan karhutla di Sumsel
Indonesia dan Korsel perkuat kolaborasi penanganan karhutla di Sumsel
Dalam rangka meningkatkan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Indonesia bersama Korea Selatan menggelar kerja sama baru melalui pembangunan pusat manajemen kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Proyek ini, yang dikenal sebagai Forest and Land Fire Management Center, bertujuan memperkuat kapasitas penanggulangan karhutla dengan pendekatan lebih efektif dan terpadu.
Thomas Nifinluri, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, menjelaskan bahwa kolaborasi antar-negara menjadi penting untuk mempercepat pertukaran pengalaman, teknologi, dan strategi dalam menghadapi ancaman kebakaran. “Upaya mengatasi karhutla tidak bisa dilakukan sendirian. Kolaborasi antar-negara, khususnya dengan Korea Selatan, menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas pengendalian secara lebih efektif,” katanya.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pelatihan, koordinasi, serta operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan,” ujar Thomas.
Pada Rabu, 22 April, dalam rangka Hari Bumi, ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Manggala Agni, yang menjadi bagian dari fasilitas pendukung pusat tersebut. Langkah ini dianggap strategis mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan muncul lebih awal pada semester dua tahun ini.
Thomas menambahkan, fenomena El Nino yang diprediksi muncul lebih awal di semester dua tahun ini akan meningkatkan risiko karhutla. Dengan suhu global yang naik, kebakaran diperkirakan lebih luas, lebih sering, dan lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan serta penguatan strategi pengendalian yang lebih adaptif.
“Fasilitas ini adalah bagian dari proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra yang bertujuan meningkatkan koordinasi dan operasional penanganan karhutla secara terpadu,” kata Konselor Kedutaan Besar Republik Korea, Ha Kyung Soo.
Pembangunan asrama Manggala Agni juga termasuk dalam penguatan kapasitas personel yang bertugas di bidang penanggulangan kebakaran. Melalui dukungan Korea Forest Service, pusat ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, ASEAN, dan komunitas internasional dalam menghadapi tantangan karhutla.