Important Visit: Inggris membayar Prancis Rp11,6 triliun untuk cegah imigran ilegal
Inggris Membayar Prancis Rp11,6 Triliun untuk Cegah Imigran Ilegal
Kemitraan antara Inggris dan Prancis diluncurkan untuk mengatasi masalah migrasi ilegal di Selat Inggris. London menjanjikan dana sebesar 500 juta pound sterling—sekitar 673 juta dolar AS atau Rp11,6 triliun—kepada Paris sebagai bagian dari perjanjian tiga tahun. Tujuannya adalah memperkuat upaya pencegahan punggung berenang ke Inggris melalui peningkatan sumber daya polisi, teknologi, dan intelijen di Prancis utara.
Kemitraan yang Diperpanjang
Sebelumnya, pada bulan Maret, Inggris dan Prancis sempat gagal mencapai kesepakatan baru soal migrasi ilegal. Karena itu, mereka memutuskan memperpanjang perjanjian lama yang ditandatangani pada 2023 selama dua bulan. Kesepakatan ini diungkapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris, yang menyebutkan bahwa peningkatan dana akan digunakan untuk memperbesar jumlah personel patroli di pantai Prancis.
“Kemitraan baru ini memperkuat operasi pencegahan migrasi ilegal di Prancis utara, dengan penambahan signifikan sumber daya manusia, teknologi, dan intelijen,” jelas pernyataan kementerian, Kamis (23/4).
Menurut laporan, pendanaan akan memungkinkan peningkatan polisi dari sekitar 900 menjadi hampir 1.400 personel pada 2029. Selain itu, Prancis akan mengoperasikan kelompok dukungan operasional yang menggunakan drone, helikopter, serta alat pendukung lainnya. Sebuah pusat penahanan sementara bagi migran yang akan dideportasi juga akan dibangun di Dunkirk.
Jika program tersebut sukses, Inggris akan menambah dana sebesar 161 juta pound. Di tahun 2025, lebih dari 41.000 migran ilegal tiba di Inggris via perahu, menempati urutan kedua setelah rekor 45.700 migran pada 2022. Saat ini, pemerintah Inggris menghabiskan jutaan pound per hari untuk menampung pencari suaka di hotel.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA