New Policy: Menaker kaji pembagian kontribusi uang saku peserta Magang Nasional
Menaker Evaluasi Distribusi Kontribusi Uang Saku dalam Magang Nasional
Di Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan sedang mengevaluasi usulan mengenai pembagian kontribusi uang saku untuk peserta program Magang Nasional. “Kita sedang meninjau proposal untuk melibatkan perusahaan lebih proaktif, sehingga mulai muncul usulan bahwa uang sakunya seharusnya juga terbagi antara pemerintah dan perusahaan mitra,” jelas Menaker di sela penutupan fase pertama Magang Nasional 2025 secara hybrid, Jumat.
“Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan, karena beberapa perusahaan yang memang intens dalam membina adik-adik kita yang magang, serius beri proyek, ada progres harian, ada progres mingguan. Itu luar biasa,” katanya. “Dan komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, serta kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” tambahnya.
Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan bahwa pelaksanaan Magang Nasional Tahap I menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, baik dari partisipasi peserta, komitmen mitra industri, maupun hasil pembelajaran yang diperoleh.
Untuk tahap berikutnya, ia menegaskan bahwa Kemnaker akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan, memperluas kerja sama dengan industri, serta menyelaraskan program dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. “Sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi lulusan perguruan tinggi ini,” ujarnya.
Sebanyak 14.952 peserta telah menyelesaikan Magang Nasional Tahap I pada 19 April 2026. Peserta yang mengikuti program selama 6 bulan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan mereka yang menyelesaikan dalam rentang 3 hingga 6 bulan akan memperoleh surat keterangan. Dokumen ini dianggap penting sebagai bekal awal untuk menunjukkan pengalaman dan kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.