Main Agenda: Meta akan mungkinkan orang tua lihat percakapan remaja dengan Meta AI
Meta Perkenalkan Fitur Baru untuk Memudahkan Orang Tua Pantau Interaksi Anak Muda
Jakarta – Sebagai langkah baru dalam memastikan lingkungan digital aman bagi remaja, Meta telah merilis fitur yang memungkinkan orang tua mengakses percakapan anak muda mereka dengan Meta AI. Informasi ini diumumkan melalui siaran dari Engadget pada Kamis (23/4), yang menyoroti upaya perusahaan untuk memperkuat kepercayaan orang tua terhadap platformnya.
Pemantauan Topik Percakapan Selama 7 Hari Terakhir
Fitur tersebut akan menampilkan topik pembicaraan yang dilakukan remaja dalam tujuh hari terakhir di Facebook, Messenger, atau Instagram. Meta menjelaskan bahwa kategori topik mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, hiburan, gaya hidup, perjalanan, menulis, kesehatan, serta kesejahteraan.
Dalam menu pengawasan akun remaja, Meta menambahkan tab baru bernama Insights (Wawasan). Orang tua bisa mengakses sub-kategori topik dengan mengetuk kategori utama, seperti mode, makanan, atau liburan dalam kategori gaya hidup.
“Fitur ini dirancang untuk memberikan wawasan lebih jelas tentang aktivitas remaja di platform kami,” kata Meta dalam unggahannya.
Kolaborasi dengan Cyberbullying Research Center
Meta juga bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk menyediakan panduan pertanyaan terbuka, yang bertujuan membantu orang tua memulai dialog dengan anak-anak mengenai pengalaman mereka menggunakan kecerdasan buatan. Panduan ini dapat diakses melalui situs Family Center.
Selain itu, Meta menyebutkan bahwa AI Wellbeing Expert Council, sebuah dewan konsultasi, akan memberikan masukan terus-menerus terkait penggunaan AI oleh remaja. Dewan ini terdiri dari tiga kelompok penasihat yang sudah ada serta anggota baru yang ahli dalam bidang etika dan tanggung jawab penggunaan AI.
Konteks Perubahan Tren Digital
Pengumuman terbaru Meta terjadi di tengah peningkatan perhatian terhadap dampak penggunaan AI dan media sosial terhadap anak serta remaja. Kebiasaan ini telah mendorong sejumlah negara untuk membatasi akses anak-anak ke platform digital.