Special Plan: Warisan budaya bisa diangkat dengan sentuhan kreativitas
Warisan Budaya Bisa Diangkat dengan Sentuhan Kreativitas
Jakarta – Dalam sambutan di acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sejarah, cerita, dan kearifan lokal dari nenek moyang dapat menjadi sumber pengembangan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa warisan budaya bisa ditingkatkan nilai ekonominya melalui teknologi, inovasi, serta kreativitas di tengah era digital.
“Akar budaya yang kuat kita turunkan, kita hilirkan dengan sentuhan inovasi, teknologi, dan kreativitas juga dengan dasar zaman digital ini bisa menghasilkan nilai-nilai ekonomi yang berkelanjutan yang sebagian hasilnya juga untuk menghidupkan kembali perjalanan ataupun sejarah-sejarah kita,” kata Riefky.
Menteri Riefky menjelaskan bahwa negara dengan warisan budaya yang kaya memiliki peluang untuk mengembangkan industri kreatif. Contohnya, sejarah dan budaya bisa diubah menjadi berbagai bentuk produk seperti film, fesyen, kuliner, hingga game digital. Upaya ini, menurutnya, mampu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah keraton atau kerajaan Nusantara.
Potensi Ekonomi dari Cerita Budaya
Riefky menyoroti bahwa setiap kabupaten memiliki cerita unik yang bisa dikembangkan sebagai “the new mining.” Ia menyebutkan bahwa dengan menggali kisah lokal, terdapat banyak cara untuk menciptakan nilai ekonomi, mulai dari komik, film, hingga cinderamata.
“514 kabupaten tidak akan habis cerita sebetulnya. Dari cerita itu, ditulislah cerita itu, dari situlah bisa jadi komik, bisa jadi film, bisa jadi cinderamata, bisa jadi film animasi, bisa jadi gim, dan seterusnya,” katanya.
Menurut Riefky, peran raja, permaisuri, serta masyarakat sekitar keraton sangat penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya. Keterlibatan mereka dapat memastikan nilai-nilai tradisional tetap hidup dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Kemenekraf, lanjut Riefky, berkomitmen mengakselerasi revitalisasi keraton di Indonesia. Kolaborasi yang melibatkan komunitas, akademisi, pemerintah, media, dan lembaga keuangan, atau yang disebut hexahelix, dinilai krusial dalam upaya ini.
“Karena sebetulnya, membantu merevitalisasi keraton nusantara bukan hanya memberikan dana, tapi ini justru akan memutarkan perekonomian daerah, dan juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, jadi banyak sekali multiplier efeknya,” kata Riefky.
Menyusul komitmen tersebut, Kementerian Ekraf menyatakan siap bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) melalui pameran lukisan. Tujuannya adalah mengubah warisan budaya menjadi kekuatan ekonomi yang relevan dengan tuntutan zaman, sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.