New Policy: ITB dan Universitas Prasetiya Mulya ikat kerja sama strategis PSMT
ITB dan Universitas Prasetiya Mulya Ikut Kerja Sama Strategis untuk PSMT
Program Sarjana–Magister Terintegrasi (PSMT) kini memiliki pendukung baru setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Prasetiya Mulya sepakat menjalin kolaborasi. Kemitraan ini bertujuan memungkinkan mahasiswa mengikuti jalur pendidikan berkelanjutan untuk meraih gelar sarjana dan magister dalam waktu lima tahun. Melalui skema ini, lulusan program Digital Business Technology serta AI & Robotics di Prasetiya Mulya dapat mempercepat studi dengan menggabungkan dua tingkat pendidikan.
Program Mempercepat Kemajuan Talent Teknologi
“Kemitraan ini bukan hanya sekadar kerja sama antar universitas, tetapi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat perkembangan industri Indonesia melalui pembentukan talenta teknologi yang kompeten,” jelas Tutun Juhana, Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatik (STEI) ITB.
Kerja sama tersebut dirasa dapat memperkuat sinergi institusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Dengan mengintegrasikan kurikulum, mahasiswa memiliki akses lebih mudah untuk menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa harus melewati tahap matrikulasi yang memakan waktu lebih lama.
Penyelenggaraan Berbasis Pendidikan Terpadu
“PSMT memberi peluang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi dengan lebih terarah dan efisien. Dalam lima tahun, mereka bisa meraih dua gelar sekaligus, serta mengakses kurikulum ITB yang terintegrasi ke dalam lingkungan belajar Prasetiya Mulya,” kata Permata Nur Miftahur Rizki, Dekan Program STEM di Prasetiya Mulya.
Skema ini dibangun berdasarkan pertukaran kredit antar institusi. Mahasiswa Prasetiya Mulya dapat mengambil mata kuliah magister dari ITB sejak masih duduk di tingkat sarjana, yang nantinya akan diakui sebagai bagian dari program magister ketika melanjutkan studi di ITB. Langkah ini diharapkan bisa memperkaya pengalaman akademik dan memberi keunggulan kompetitif bagi calon lulusan.
Masa depan kerja sama kedua universitas akan fokus pada riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri. Upaya ini bertujuan memastikan pendidikan yang diberikan tidak hanya teoretis, tetapi juga mendorong inovasi berbasis teknologi. Dengan integrasi yang lebih erat, diharapkan lahir kemitraan yang mampu menjawab tantangan perkembangan sektor teknologi di Indonesia.