Facing Challenges: Anak kena campak atau cacar tetap perlu mandi menurut dokter
Anak kena campak atau cacar tetap harus mandi menurut dokter
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, menjelaskan bahwa anak yang menderita campak atau cacar tidak boleh dihindari dari mandi. Menurut lulusan Universitas Padjajaran ini, anggapan bahwa pasien anak dengan kedua penyakit tersebut tidak boleh mandi adalah mitos. “Kebiasaan tidak membiarkan anak yang terkena campak atau cacar mandi sebenarnya merupakan hoaks,” kata dia dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta pada Jumat. Ia menambahkan, anak tidak boleh mandi jika sedang demam, tetapi bila kondisi tubuhnya stabil, mandi tetap dianjurkan.
Manfaat mandi untuk anak sakit
Dokter July menyatakan bahwa mandi penting untuk menjaga kebersihan kulit anak yang sedang sakit. “Justru harus mandi, kalau tidak mandi justru (kulit) bisa menjadi kotor dan berisiko mengakibatkan luka seperti koreng,” ujarnya. Ia menekankan bahwa mandi rutin dapat mencegah komplikasi lain, seperti infeksi atau penumpukan kotoran di kulit.
“Kebiasaan tidak membiarkan anak yang terkena campak atau cacar mandi sebenarnya merupakan mitos.”
Untuk memandikan anak, dr. July menyarankan menggunakan air hangat dengan suhu sekitar 36 hingga 37 derajat Celcius. “Sabun-sabun antiseptik biasanya sudah kami tidak sarankan, kecuali dalam kondisi tertentu,” katanya. “Misalnya, jika ada infeksi bakteri, kami baru memberikan sabun antiseptik, tetapi tidak dipakai setiap hari.”
Dokter July menegaskan bahwa penyembuhan dari campak atau cacar bergantung pada kekuatan imunitas tubuh anak. “Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus, dan kita tahu virus adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri,” jelasnya. Pola hidup bersih, makanan bergizi, serta kebersihan lingkungan menjadi faktor pendukung penyembuhan. Ia menekankan bahwa kebersihan kulit adalah salah satu cara mempercepat pemulihan.