Latest Program: Pelatih timnas U-17 sedih melihat kericuhan di EPA U-20

Kurniawan Dwi Yulianto: Kebahagiaan Melihat Kericuhan di EPA U-20 Berakhir Damai

Stadion Citarum, Semarang – Pertandingan antara Dewa United Banten FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 pada Minggu (19/4) di Elite Pro Academy U-20 (EPA U-20) menarik perhatian Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, yang menyayangkan insiden kericuhan yang terjadi di akhir pertandingan. Salah satu momen memicu konflik adalah saat pemain Bhayangkara, Fadly Alberto Hengga, melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

Sikap Pelatih Terhadap Insiden

Dalam wawancara dengan awak media di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, Kurniawan mengungkapkan rasa sedih atas kejadian kericuhan di EPA U-20. “Melihat peristiwa kemarin memang cukup menyedihkan, terlepas apakah pemain tersebut berasal dari tim nasional atau tidak, di level junior tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.

“Karena masa depan karier mereka masih luas, dan tindakan seperti ini merusak prinsip fair play,” tambah Kurniawan.

Pemecahan Ketegangan

Mediasi yang diadakan pada Rabu (22/4) berhasil meredam ketegangan antara Dewa United Banten FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20. Dalam pertemuan ini, Bhayangkara FC mengunjungi lokasi pertandingan untuk berdiskusi dengan Dewa United. Sebagai hasilnya, rencana pengadilan tidak dilanjutkan, dengan Firman Utina, Direktur Akademi Dewa United, menyatakan bahwa konflik tersebut telah tuntas.

Penerapan Aturan untuk Mencegah Insiden

Untuk mencegah insiden serupa, Kurniawan menjelaskan bahwa timnas U-17 menerapkan berbagai aturan ketat terkait sikap pemain. “Kita selalu mengingatkan mereka tentang disiplin, sikap, serta adab. Mereka harus menunjukkan rasa hormat kepada rekan pemain, ofisial, dan orang-orang di sekitar, itulah yang kita tekankan dalam latihan,” tambah Kurniawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *