Kemenhan sebut Praka Rico gugur setelah jalani perawatan medis
Kemenhan Umumkan Praka Rico Pramudia Meninggal Usai Perawatan Medis di Lebanon
Dari Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan pernyataan mengenai kematian seorang prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon. Praka Rico Pramudia, anggota TNI AD, dinyatakan gugur setelah menjalani pengobatan di rumah sakit. Melalui akun Instagram resmi Kemenhan, dijelaskan bahwa pihak kementerian menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.
“Kematian Praka Rico Pramudia dalam menjalankan tugas perdamaian global bersama UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan menyedot rasa kehilangan yang dalam. Almarhum wafat setelah menerima perawatan akibat cedera yang dialaminya selama misi,” tulis Kemenhan.
ANTARA mencoba menghubungi Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Namun hingga saat ini, Aulia belum memberikan respons melalui pesan singkat. Informasi terkini menunjukkan bahwa ANTARA masih berusaha menggali detail mengenai kejadian tersebut.
Peluncuran Serangan Artileri di Kota Adshit al-Qusyar
Dalam konfirmasi, Aulia menyebut bahwa tiga prajurit TNI menderita luka akibat serangan di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3). “Praka Rico Pramudia mengalami cedera parah, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan hanya terluka ringan,” jelasnya. Serangan tersebut menargetkan pos TNI yang berada di Kota Adshit al-Qusyar.
Dalam insiden itu, Praka Farizal Romadhon, yang berada di lokasi yang sama, meninggal akibat serangan langsung. Rico, yang terluka berat, segera dibawa ke Rumah Sakit St. George di Beirut via helikopter untuk pelayanan medis intensif. Meski mendapatkan perawatan, kondisi almarhum memburuk setelah beberapa minggu, sehingga dinyatakan gugur.