Key Strategy: China Promosi Pariwisata Besar-besaran, Kucurkan Subsidi Rp2,2 Triliun

China Luncurkan Subsidi Besar untuk Meningkatkan Pariwisata

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok merilis program subsidi yang signifikan, dengan dana sekitar 1 miliar yuan atau Rp2,2 triliun, untuk mendukung pengeluaran wisatawan. Inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye promosi pariwisata nasional yang berlangsung selama satu bulan, bertepatan dengan perayaan Hari Pariwisata China ke-16 pada 19 Mei 2026.

Kampanye Dibarengi Kerja Sama dengan 70 Organisasi

Dilaporkan oleh CGTN, acara ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik destinasi wisata di seluruh negeri. Pemerintah Tiongkok bekerja sama dengan lebih dari 70 lembaga mitra untuk menerapkan lebih dari 9.000 strategi yang bertujuan memperkaya pengalaman kunjungan wisatawan. Asosiasi Objek Wisata Tiongkok memproyeksikan manfaat dari diskon dan konsesi akan mencapai 210 juta yuan secara keseluruhan tahun ini.

Ini Termasuk Kebijakan Diskon di Guangzhou

Pelaksanaan subsidi juga mencakup kebijakan penghematan berbasis “potongan tiket” di Guangzhou, kota utama kegiatan ini tahun ini. Wisatawan cukup menunjukkan bukti perjalanan seperti tiket transportasi atau acara olahraga untuk memperoleh penawaran khusus di seluruh Provinsi Guangdong.

“Kita akan menindak pelanggaran prosedur secara tegas, serta memperkuat pencegahan risiko keamanan dan standar pelayanan di destinasi utama,” ujar Li Xiaoyong, pejabat kementerian terkait.

Lonjakan Perjalanan Didorong Kebijakan Visa

Kebijakan ini diluncurkan saat Tiongkok mengalami pertumbuhan signifikan dalam kunjungan domestik dan internasional. Pada awal bulan ini, catatan menunjukkan 135 juta perjalanan dalam negeri (naik 6,8% dibanding tahun lalu) dengan perekonomian wisata mencapai 61,37 miliar yuan. Di kuartal pertama 2026, tercatat 21,33 juta warga asing yang masuk-masuk ke wilayah Tiongkok.

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh kebijakan perluasan bebas visa yang diterapkan pemerintah. Menjelang libur Hari Buruh (Mei), otoritas memperkirakan akan terjadi ledakan pengunjung yang lebih besar dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *