18 Warga Buleleng Digigit Anjing Ngamuk Diduga Rabies
18 Warga Buleleng Digigit Anjing Ngamuk Diduga Rabies
Pada hari Kamis (23/4), seorang anjing yang mengamuk dan diduga terinfeksi rabies menggigit 18 warga di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut diketahui melalui unggahan di media sosial, setelah pihaknya melakukan pengecekan di lapangan.
“Kronologinya, awalnya dari postingan warga. Dan dari warga saya kroscek itu kejadiannya mulai dari pagi terus meningkat sampai malam,” kata Mahendra, Jumat (24/4).
Dari hasil investigasi, anjing tersebut diperkirakan menggigit warga di beberapa titik seperti Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, serta wilayah permukiman. Anjing yang melukai belasan orang itu merupakan jenis campuran (mix), dengan ukuran tubuh sedang hingga kecil. Petugas masih berupaya mencari hewan tersebut untuk identifikasi lebih lanjut.
“Dari tadi pagi kami sudah telusuri, tapi belum ditemukan. Nanti sore sampai malam akan kami lanjutkan pencarian bersama warga,” ujarnya.
Keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan vaksin rabies di fasilitas kesehatan terdekat. Ia menegaskan tidak ada warga yang masuk kategori risiko tinggi.
“Semua korban sudah divaksin anti rabies. Tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya.
Menurut Sucipto, total warga yang menjadi korban gigitan mencapai 18 orang. Dua dari mereka adalah anak-anak berusia 10 tahun dan 5 tahun. “Sebagian besar digigit di kaki dan tangan. Seluruh korban telah ditangani di Puskesmas Buleleng 1, Puskesmas Buleleng 3, serta RSU Giri Emas,” tambahnya.