Meeting Results: Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN & Cek Perkembangan Sekolah Rakyat
Ke Majalengka, Gus Ipul Sosialisasi DTSEN & Cek Perkembangan Sekolah Rakyat
Hari ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dikenal sebagai Gus Ipul, menghadiri acara sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Gelanggang Guru Muda, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Setelah kegiatan tersebut, ia melakukan inspeksi langsung terhadap perkembangan Sekolah Rakyat.
Pembenahan Dimulai dari Data
Gus Ipul menegaskan bahwa data sosial ekonomi adalah tanggung jawab bersama, menjadi dasar untuk menentukan bantuan dan program pemberdayaan yang tepat sasaran.
“Ini adalah pekerjaan rumah bersama kita dan akan kita coba selesaikan secara bersama-sama,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (24/3/2026).
Ia juga menyebut adanya kelompok masyarakat yang belum tercatat dalam sistem data, seperti Indriyani (12), seorang siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 34 Majalengka yang tinggal bersama ibunya di rumah orang.
“Ini adalah salah satu contoh dari saudara-saudara kita yang mungkin selama ini tidak terlihat dalam pendataan. Mereka disebut sebagai the invisible people oleh Presiden,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa kondisi ini bisa terjadi di sekitar kita tanpa disadari. “Bisa jadi dia tetangga kita, bisa jadi saudara kita. Tapi kita tidak pernah menyadari penderitaan mereka,” lanjutnya.
Sistem Desil dalam DTSEN
Menurut Gus Ipul, perbaikan data harus dimulai dari tingkat desa. Ia menjelaskan bahwa DTSEN menggunakan sistem desil, yaitu pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan dari desil 1 hingga desil 10. Dalam hal ini, perhitungan desil bervariasi di setiap level wilayah.
“Desil nasional berbeda dari desil provinsi dan desil kabupaten. Oleh karena itu, tugas pemerintah daerah bersama BPS menentukan desil di wilayah masing-masing,” terangnya.
Dalam tingkat kabupaten, desil ditentukan oleh pemerintah setempat dan Dinas Sosial. Sementara di provinsi, kementerian bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan di tingkat nasional oleh Kemensos serta BPS pusat.
Proses pemutakhiran data juga dititikberatkan pada peran operator data desa. “Sehebat-hebatnya RT atau kepala desa, keberhasilan kunci ada di operator data desa karena mereka yang menginputkan informasi,” jelasnya.
“Kalau operatornya lengkap, datanya bisa akurat. Tapi kalau ada kekurangan, data bisa salah,” tegas Gus Ipul.
Kunjungan ke SRMP 34 Majalengka
Usai sosialisasi DTSEN, Gus Ipul bersama Bupati Majalengka Eman Suherman meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34. Ia mengamati perubahan sikap siswa, mulai dari kebiasaan seperti berdoa hingga kedisiplinan dalam makan.
“Lima bulan lalu mereka datang dengan rasa malu dan kurang percaya diri. Sekarang mereka lebih tertib dan percaya diri,” ungkap Gus Ipul.
Siswi SRMP 34, Zeni Indriyani (14), menceritakan pengalaman positif selama bersekolah di sana. “Perasaan saya sangat menyenangkan dan seru karena bisa bertemu teman dari desa berbeda,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Rega Ardiansyah (17), mantan siswa yang sempat putus sekolah selama dua tahun, menyampaikan rasa bangga bisa menjadi bagian dari SRMP 34.
Para Peserta dan Aktivitas Lain
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, serta jajaran Forkopimda dan seluruh undangan.
Sebagai bagian dari pengenalan program, para tamu juga menikmati penampilan dua siswi Sekolah Rakyat yang membacakan pidato dalam Bahasa Inggris dan Arab. Selain itu, terdapat pertunjukan paduan suara yang memperkaya suasana acara.
Pada kesempatan yang sama, Guru Sekolah Rakyat Dinda Rani Saputri menyampaikan materi Matematika menggunakan Bahasa Inggris sebagai simulasi pembelajaran. Bupati Majalengka Eman Suherman juga menyebutkan bahwa pemerintah setempat telah memberi label pada 1.025 rumah penerima manfaat yang telah lulus program.