Special Plan: IMO catat 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia-Hormuz
IMO Catat 29 Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia-Hormuz
Dalam laporan terbaru, Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa sebanyak 29 insiden serangan terhadap kapal sipil telah terjadi di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz sejak konflik memicu ketegangan di wilayah tersebut dimulai. Angka ini didasarkan pada verifikasi resmi yang dilakukan IMO. Pernyataan organisasi tersebut menyebutkan bahwa sejumlah kapal terjebak mengalami kondisi darurat, termasuk kekurangan air, makanan, dan bahan bakar, yang bisa berdampak signifikan jika tidak segera diatasi.
“IMO bekerja sama dengan negara anggota dan mitra dalam menyusun rencana evakuasi bagi awak kapal, yang siap dilaksanakan ketika situasi memungkinkan. Ini mencakup daftar kapal terdampak serta penentuan prioritas berdasarkan kebutuhan kemanusiaan,” ujar Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez.
Pada awal April, IMO mengungkapkan bahwa 21 serangan sebelumnya menyebabkan 10 korban meninggal. Meski tidak ada laporan tambahan mengenai kematian selama dua minggu terakhir, sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di sekitar 1.600 kapal yang terdampar di kawasan Teluk Persia. Serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Di bulan April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, putaran pertama perundingan yang diadakan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan. Meski demikian, Amerika Serikat tetap menjalankan blokade terhadap pelabuhan Iran, meskipun tidak ada indikasi permusuhan kembali dimulai.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA