Key Discussion: Uni Eropa: Konflik Timur Tengah sebabkan lonjakan biaya impor energi

Uni Eropa: Konflik Timur Tengah Tambahkan Biaya Impor Energi

Dalam sebuah pertemuan informal di Siprus, para pemimpin Uni Eropa mengupas isu geopolitik terkini, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan krisis energi. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa konflik di wilayah tersebut mendorong peningkatan biaya bahan bakar fosil sebesar 25 miliar euro bagi kawasan.

Kenaikan Biaya Pada 55 Hari Konflik

Von der Leyen menegaskan dalam konferensi pers bahwa selama 55 hari konflik, Uni Eropa mengalami kenaikan tagihan energi signifikan. “Sejak awal perang, biaya impor bahan bakar fosil telah melonjak lebih dari 25 miliar euro tanpa tambahan pasokan energi,” ujarnya.

“Setelah 55 hari konflik di Timur Tengah, dampaknya terasa nyata. Sejak awal konflik ini, tagihan kita untuk impor bahan bakar fosil telah melonjak lebih dari 25 miliar euro tanpa adanya tambahan energi sedikit pun,”

Di sisi lain, Uni Eropa sedang merencanakan tindakan siap jika ekonomi memburuk dan terjadi kekurangan listrik. Meski situasi saat ini belum dianggap kritis, potensi krisis energi terus diwaspadai. Pada 28 Februari, serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di daerah tersebut.

Sebulan kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Peningkatan ketegangan sebelumnya sempat menghambat lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia. Ini memicu kenaikan harga bahan bakar global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *