New Policy: Kemendikdasmen perluas akses pendidikan bermutu lewat PJJ

Kemendikdasmen Terus Perluas Akses Pendidikan Berbasis PJJ

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang memperluas penggunaan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) di seluruh 34 provinsi. Tujuan utamanya adalah membantu 3.500 anak yang belum bersekolah (ATS) kembali memasuki sistem pendidikan, sambil memastikan layanan yang berkualitas, inklusif, dan adil terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Transformasi Pendidikan Menurut Menteri

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia bisa mengakses pendidikan tanpa hambatan geografis, ekonomi, atau kondisi sosial lainnya. “Pendidikan harus dianggap sebagai proses pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi mampu mencapai seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu lalu.

“Dengan paradigma ini, PJJ menjadi solusi untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan,” kata Mu’ti.

Pemanfaatan Teknologi Digital

Menurut Mu’ti, teknologi digital memainkan peran penting dalam pengembangan program PJJ. Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk rencana pembangunan studio pembelajaran yang memungkinkan guru berkualitas mengajar secara langsung ke berbagai wilayah.

Salah satu inisiatif adalah pengembangan aplikasi pendidikan digital bernama “Rumah Pendidikan.” Aplikasi ini dirancang agar siapa pun bisa mengakses materi pembelajaran. Namun, Mu’ti menekankan bahwa PJJ juga harus berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan kompetensi, dengan keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Mitra PJJ Awal dan Tujuan Utama

Sebagai langkah awal, 20 sekolah telah ditunjuk sebagai mitra serta pilot program PJJ. “Kami harap sekolah-sekolah tersebut menjadi contoh baik dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, serta mendorong layanan pendidikan yang merata,” ujarnya.

Prioritas PJJ Berdasarkan Data

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa perluasan PJJ bertujuan meningkatkan kualitas dan kesetaraan akses pendidikan. “Program ini terutama ditujukan untuk daerah yang sulit dijangkau, memiliki ATS tinggi, rawan bencana, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan jumlah murid pekerja migran yang besar,” katanya.

Berdasarkan data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), sekitar 1,13 juta anak dalam jenjang pendidikan menengah termasuk dalam kategori ATS, dari total 4 juta anak yang tidak bersekolah. PJJ dianggap sebagai sarana efektif untuk menyediakan pendidikan khusus bagi kelompok yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *