Special Plan: Mendikdasmen perkuat akses pendidikan turunkan angka ATS

Mendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan untuk Turunkan Angka ATS

Purwokerto, Jawa Tengah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan sebagai upaya mengurangi jumlah anak yang tidak sekolah (ATS). Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah keberadaan ATS yang masih tinggi, disebabkan oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, lokasi tinggal, pengaruh sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.

Program Inklusif untuk Segala Kalangan

Dalam pidatonya di Purwokerto, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah sedang mendorong pendidikan yang lebih mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya melibatkan sistem formal, tetapi juga jalur nonformal dan informal. “Pendidikan bisa diselenggarakan dalam berbagai bentuk agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap individu,” ujarnya.

“Bentuknya tidak harus selalu pendidikan formal, tetapi bisa melalui pendidikan nonformal dan informal agar lebih mudah diakses oleh masyarakat,”

Menurut Abdul Mu’ti, penguatan akses pendidikan dilakukan melalui beberapa program, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sekolah satu atap, serta program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Selain itu, pendidikan jarak jauh (distance learning) juga menjadi solusi untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengikuti proses belajar formal karena hambatan waktu atau tempat.

PKBM dan Keterampilan Praktis

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa PKBM tidak hanya menyediakan pelatihan kesetaraan, tetapi juga kursus-kursus yang menunjang pengembangan keterampilan nyata sesuai kebutuhan dunia kerja. Untuk memperkuat pendidikan nonformal, pemerintah telah memperkenalkan direktorat khusus yang mengelola jalur ini dan mengurangi prosedur perizinan melalui pemerintah daerah.

“Izinnya cukup oleh bupati atau wali kota agar lebih dekat dengan masyarakat,”

Di sisi lain, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menerbitkan 21 izin baru untuk PKBM. Ia menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada penguatan keterampilan hidup (life skill) agar peserta didik dapat memperoleh kemandirian sesuai minat dan potensi masing-masing. Sebagai contoh, bagi warga yang tertarik beternak kambing, Pemkab Banyumas memberikan bantuan hewan ternak.

“Harapannya dengan PKBM itu mereka bisa hidup mandiri, tidak hanya bergantung pada pendidikan formal,”

Sadewo juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan memberikan insentif bagi tenaga pendidik yang terlibat dalam PKBM. Termasuk guru pensiunan yang bersedia menjadi sukarelawan. “Banyak guru-guru yang sudah pensiun dan siap mengabdi sebagai relawan PKBM,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *